Kisah Nistelrooy ini akan menjadi tontonan paling unik dalam hal selebrasi gol. Tidak ada tandingannya.
Ingatan manusia punya cara kerja yang menarik dan ia jarang sekali berkhianat. Ingatan dapat menuntun manusia pada keputusasaan, balas dendam, amarah, dan sederetan tindakan serta sikap hidup lainnya.

Misalnya, anggap saja Anda pernah disakiti oleh seseorang, jika ingatan itu terus membekas di memori, maka biasanya hal itu akan menghantarkan Anda pada pilihan-pilihan tertentu. Apakah hendak membalas dengan cara yang santun atau lebih ekstrim dari apapun.

Mari kita tarik konteks tulisan di atas pada peristiwa sepak bola. Tokoh utama dalam cerita ini adalah pemain legendaris asal Belanda, Ruud van Nistelrooy.

Ceritanya begini, ketika timnas Belanda beraksi melawan negara kecil Andorra di Philips Stadion di Eindhoven untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006.

Tentu, laga itu mudah belaka bagi Nistelrooy cs, di babak pertama tim Oranye sudah memimpin 3 gol tanpa balas, gelontoran gol demi gol itu dilesatkan oleh Rafael van der Vaart, Phillip Cocu dan Van Nistelrooy sendiri.

Ketika peluit babak kedua ditiup, Belanda tak berhenti menggempur pertahanan Andorra.

Tibalah di menit 83, saat Belanda mendapat penalti dan Nistelrooy maju sebagai eksekutor. Sialnya striker yang saat itu memperkuat Manchester United gagal menjebloskan bola dari jarak 12 meter.

Bola hasil sepakan Nistelrooy mengenai tiang gawang, dan muka dari kiper Jesus Alvarez Koldo terselamatkan.

Kegembiraan itu ditangkap oleh bek sekaligus kapten timnas Andorra Antoni Lima sebagai sesuatu yang lucu. Lima tak bisa menyembunyikan raut mukanya yang tertawa. Ia bahkan menghampiri Nistelrooy yang murung dan memasang wajah tertawa mengejek.
 
Jika Anda menyaksikan laga yang digelar pada 7 September 2005 itu, mungkin Anda bakal heran. Bagaimana tidak, seringai tawa Antoni Lima sebetulnya berbanding terbalik dengan kondisi Andorra.

Negara yang berbatasan dengan Prancis itu tertinggal jauh 0-3, dan lagi salah satu gol Belanda dihasilkan lewat kecerobohan Antoni Lima.

Balas Dendam Van Nistelrooy

Karma memang berlaku dan Antoni Lima segera mendapat getahnya. Belanda tak sedikitpun mengendorkan serangan, selang beberapa menit setelah eksekusi gagal itu Belanda mendapat peluang lewat tendangan bebas di sisi jauh kiri gawang.

Bola melesat mengarah ke Nistelrooy dan dengan mudah ia memasukan bola ke gawang Alvarez Koldo sekali lagi.

Tahu apa yang dilakukan oleh Nistelrooy? Tentu saja selebrasi, tapi yang tak terduga, Nistelrooy berlari kearah Antoni Lima, ia berdiri tepat di depannya dan melakukan gerakan tangan di atas kepala, serta tak lupa dengan seringai di wajah.

Aksi Nistelrooy itu menyulut emosi pemain Andorra lainnya, tidak butuh waktu lama bagi kiper Andorra untuk mendorong Nistelrooy menjauh.

Tapi untunglah pemain lain menghentikan situasi agar tidak lepas kendali. Dan wasit Attila Hanacsek memberi kartu kuning kepada Van Nistelrooy.



Namun itu perayaan yang pantas, bahkan menurut seloroh seorang penggemar, "Dia pantas mendapatkan medali, bukan kartu kuning.”

Sementara yang lain mengatakan, " Kami benar-benar mencintai Van Nistelrooy, saya membayangkan dia benar-benar memberikan mimpi buruk kepada para pemain bertahan. Itu pasti balas dendam termanis yang pernah saya lihat."

Van Nistelrooy sendiri pensiun dari timnas Belanda pada tahun 2011, dan mengakhiri karier bermainnya yang gemerlap pada tahun 2012.