Tendangan bebas itu disebut sebagai salah satu yang sempurna.
Pada 2016, gelandang asal Prancis yang pernah membela West Ham, Dimitri Payet pernah mengeksekusi tendangan bebas yang sempurna dan salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Premier. Pemain jebolan akademi AS Excelsior itu membobol gawang Crystal Palace yang dijaga oleh Wayne Hennessey dengan lengkungan yang sangat indah.

Mundur ke belakang, Payet adalah pemain yang direkrut oleh manajemen The Hammers di musim panas 2015 dengan mahar 10,7 juta Poundsterling dari Marseille. Di awal kedatangannya di Boleyn Ground, Payet tidak bisa memainkan debutnya, namun semua terbayar di sisa musim 2015/16, dimana pemain dengan 38 caps bersama timnas Prancis itu mencetak 9 gol dan 12 assist untuk tim Slaven Bilic serta sukese membantu anak-anak The Hammers finis di peringkat ketujuh, hanya terpaut delapan poin dari tiga tim teratas.

Faktanya, Payet memang pantas masuk dalam PFA Team of the Year atas kontribusinya.



Payet adalah pria yang membantu Michail Antonio mencetak gol rabona saat West Ham bertandang ke Watford dan ia juga menunjukan kemampuan individu yang luar biasa saat mencetak gol melawan Middlesbrough, yang ingin dikatakan adalah, gelandang serang berbakat itu memberi jutaan penggemar Liga Premier momen yang luar biasa dalam balutan seragam claret & biru yang khas tersebut.



Nman tendangan bebas melawan Crystal Palacebisa dibilang sebagai gol terbesarnya untuk The Hammers.



Fakta bahwa pria yang kini berusia 34 tahun tersebut hanya menghabiskan dua musim di Liga premier cukup mengejutkan dan mungkin menyakitkan, terutama untuk penggemar The Hammers. Ada sedikit lebih banyak keajaiban di musim 2016/17 tetapi di tengah perjalanan kompetisi Payet justru memutuskan ingin keluar dan kembali lagi ke Marseille.

Kalau dihitung secara total, Payet telah membukukan 48 penampilan serta mencetak 11 gol di Liga Premier, dimana beberapa diantaranya golnya dicetak saat menghadapi tim besar seperti Liverpool dan Manchester United.

Kini ia menjadi kapten untuk Marseille asuhan Andre Villas Boas dan masih menunjukkan kelasnya di kompetisi Negri Menara Eiffel.