Mirip judi. Chelsea bisa dibilang penjudi yang ulung atau minimal beruntung.
Chelsea memiliki reputasi yang cukup unik, sebab The Blues tidak memberikan banyak waktu kepada pemain atau pelatih untuk membangun kesuksesan, namun cara seperti itu aneh atau ajaibnya justru telah membawa banyak kesuksesan.

Yang punya cara berpikir demikian tentu saja Roman Abramovich, pemilik Chelsea. Miliuner asal Rusia itu tanpa ampun telat membuat banyak pelatih dan pemain datang dan pergi dari Stamford Bridge.

Ketika legenda klub Frank Lampard , yang dipuja oleh penggemar pada akhirnya berakhir dipecat juga.

Barang pasti ada kecaman luas atas apa yang dianggap sebagai kurangnya rasa hormat terhadap seseorang yang telah memberikan begitu banyak kepada The Blues. Tapi keputusan Abramovich itu dengan cepat dibenarkan setelah pengganti Lampard, yakni Thomas Tuchel memenangkan Liga Champions di setengah musim pertamanya.



Pola Juara Chelsea

Pola di atas telah terlihat berkali-kali dan terbukti cukup ampuh. Andre Villas-Boas tidak bertahan setahun penuh di Stamford Bridge, tetapi Roberto Di Matteo, pria yang didatangkan untuk menggantikannya, kemudian memenangkan Liga Champions hanya beberapa bulan kemudian.

Bahkan Rafael Benitez, yang merupakan pilihan yang tidak populer ketika ia dipilih untuk menggantikan Di Matteo, memandu tim ke Liga Europa musim berikutnya.

Lalu ada Guus Hiddink, sosok yang populer di kalangan fans dan pemain namun dipecat pada 2015 dan digantikan Antonio Conte . Namun pelatih asal Otalia kemudian memberikan gelar liga.

Pendekatan serupa juga berlaku pada pemain.

Chelsea sekarang tampaknya akan merekrut kembali Romelu Lukaku dengan harga lebih dari 100 juta euro atau sekitar Rp. 1,6 Triliun dari Inter, pemain yang mereka jual pada tahun 2014 karena anggapan bahwa Lukaku merasa belum siap. 

Chelsea lalu dengan cepat mendatangkan Diego Costa dari Atletico Madrid yang dengan gol-golnya mengantarkan Chelsea meraih gelar liga musim itu.

Tapi beberapa kali juga Chelsea blunder, misalnya dengan menjual pemain seperti Kevin de Bruyne dan Mo Salah sebelum waktunya.

Sekarang, ada pembicaraan serupa tentang penjualan Tammy Abraham dalam waktu dekat, seorang pemain yang, seperti halnya Lukaku pada masa itu, memiliki banyak potensi dan bisa terus menjadi striker top.

Semua Apa Kata Abramovich

Abramovich bisa dibilang memiliki hak untuk melakukan apa yang ia inginkan di klub tempat ia menginvestasikan begitu banyak uang. Ia memegang standar yang sangat tinggi dan ketika standar itu tak ditemukannya pada pemain atau pelatih, ia tidak ragu untuk melakukan perubahan.




Beberapa klub biasanya menikmati kesuksesan ketika memotong dan mengubah begitu sering, tetapi Chelsea tampaknya menjadi pengecualian. 

Setelah dari meraih trofi Liga Champions musim lalu, The Blues masih mencari lebih banyak kejayaan musim ini, dan tampaknya masih dengan cara-cara yang dijelaskan di atas.