Kini penggemar The Reds sudah bisa tersenyum kembali
Virgil van Dijk menghabiskan waktu hampir 10 bulan untuk sembuh setelah mengalami cedera ligamen dan siap untuk memimpin The Reds sebagai penantang utama gelar Liga Premier musim ini.

Liverpool baru saja membuka kampanye Liga Premier mereka dengan kemenangan, dan itu adalah bagus. Tim asuhan Juergen Klopp sukses mengalahkan Norwich dengan skor 3-0 di Carrow Road.

Jelas raihan tiga poin adalah misi wajib, namun untuk bisa bermain kembali bersama The Reds adalah hal yang istimewa untuk Van Dijk.

“Ini adalah jalan yang sulit,” ujar Van Dijk kepada Goal.com.

"Tapi saya senang bisa berada di luar sana lagi."

Mantan pemain Celtic itu sukses membuat beberapa clean sheet dan selama 90 menit, ia berhasil bermain tanpa ada munculnya gejala cedera.

Namun sebelum bisa bermain seperti sekarang, cedera lutut yang ia diderita saat melawan Everton bulan Oktober tahun lalu benar-benar membuat dunianya gelap dan penuh rasa sakit.



“Anda pergi dari satu hari menjadi sepenuhnya fit, ke hari berikutnya Anda tidak bisa berjalan. Kamu penuh obat, penuh rasa sakit, kamu tidak bisa tidur ..."

Van Dijk tahu, segera setelah Jordan Pickford melakukan kontak dengannya, itu adalah hal yang buruk. Ia merasakan lutut kanannya tertekuk di bawah dan meskipun bisa berjalan ke ruang ganti di Goodison Park, nyatanya cedera yang diterimanya benar-benar sangat parah.

Dua minggu kemudian ia berada di London, menjalani operasi untuk memperbaiki ligamen anterior cruciatum yang robek. Operasi itu sukses, tetapi itu hanya lah awal dari proses panjang pemulihannya. Liverpool berhati-hati untuk tidak menempatkan jangka waktu pada pemulihan Van Dijk, terutama agar tidak memberi tekanan pada pemain.

“Pada awalnya Anda berada di tempat yang buruk,” ujar Van Dijk dalam sebuah wawancara dengan situs resmi Liverpool pada bulan Mei lalu. 

“Kamu di rumah, kamu sudah menjalani operasi, kamu merasa sedih, penuh rasa sakit. Anda pergi melalui gerakan. ”

Van Dijk mengatakan istri dan anak-anaknya sangat penting selama 10 bulan proses pemulihan cederanya, pengalih perhatian sekaligus inspirasi dan rekan satu timnya di Anfield pun juga mendukung kesehatannya.

Gini Wijnaldum, Jordan Henderson dan Joe Gomez terbilang rutin menelepon Van Dijk seperti halnya Klopp. Van Dijk menerima pesan dari rival di Manchester City dan Chelsea, serta permintaan maaf dari Pickford. Itu tidak mengubah keadaannya, tetapi membantu memperkuat tekadnya untuk kembali secepat mungkin.

Pada bulan Desember ia mengunjungi kompleks pelatihan baru Liverpool senilai 50 juta Poundsterling di Kirkby, sebelum menuju ke Dubai untuk melanjutkan rehabilitasinya di Kompleks Olahraga Nad Al Sheba (NAS). Perginya kapten timnas Belanda itu ke NAS juga tidak lepas dari gelandang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain, yang dahulu pernah menjalani proses pemulihan dari cedera lutut serius pada tahun 2018 lalu.

Liverpool sendiri sering mendorong pemain mereka untuk pergi ke luar negeri selama proses rehabilitasi, percaya bahwa perubahan suasana seperti cuaca, peningkatan privasi dan jarak sosial akan bermanfaat dalam penyembuhan.

Van Dijk menghabiskan bagian terbaik dari dua bulan di Dubai, di mana ia dikunjungi oleh mantan rekan setimnya Dejan Lovren, kemudian legenda Belanda, Clarence Seedorf dan superstar UFC, Khabib Nurmagomedov.



Sepanjang proses pemulihan, ia secara teratur melakukan kontak dengan Dr Andreas Schlumberger, kepala pemulihan dan kesehatan Liverpool.

“Dia masuk dan dia banyak membantu saya,” ujar Van Dijk. 

“Saya juga memiliki beberapa fisioterapis di Belanda, jadi (pemulihannya) adalah penghargaan untuk mereka.”

Ia kembali ke Merseyside pada bulan Februari bersama Gomez, yang sebelumnya juga mengalami cedera lutut pada November tahun lalu.

Pria berusia 30 tahun itu memang dekat Gomez dan keduanya sama-sama saling mensupport satu sama lain, itu lah yang tampak dalam postingan Instagram Van Dijk pada 13 Februari lalu. 4 bulan setelahnya, Van Dijk mengalami kemajuan, ia sudah bisa berlari hingga menendang bola, bahkan saat itu ada spekulasi ia mungkin bisa kembali sebelum akhir musim, tepat waktu untuk Kejuaraan Eropa. 



Namun itu tidak terjadi dan menganggap keputusannya untuk fokus pada kesehatan adalah sesuatu yang tepat.

"Itu keputusan yang tepat. Ini sulit, tapi saya tenang dengan itu" ujarnya.

Skuad Liverpool kemudian menjalankan serangkaian pelatihan pra-musim mereka di Austria pada 12 Juli dan Van Dijk berserta Gomez adalah pemain pertama yang mengikuti proses latihan tersebut.

Itu adalah fase terakhir dari pemulihan, peningkatan beban dan intensitas latihan, setelahnya The Reds bersiap untuk menghadapi musim 2021/2022.

Dengan tepat, Van Dijk dan Gomez kembali beraksi bersama, memainkan 20 menit terakhir pertandingan persahabatan Liverpool melawan Hertha Berlin di Innsbruck. The Reds memang kalah 4-3 dari Stevan Jovetić dkk, tetapi bagi Van Dijk itu merupakan kesempatan yang menyenangkan.



"Itu sangat emosional," ujarnya.

“Itu seperti rintangan, saya harus mengatasinya, saya merasa, dan kemudian saya akan datang lagi.”

Di laga pra-musim selanjutnya, Van Dijk bermain selama 40 menit melawan Bologna di Evian, sebelum bermain 70 menit di Anfield melawan Athletic Club pada awal Agustus.

Klub mengisyaratkan kepercayaan mereka pada Van Dijk dengan kontrak baru berdurasi empat tahun pekan lalu dan ya hal itu tidak percuma, karena eks pemain Southampton itu sukses bermain selama 90 menit, membantu Liverpool mengalahkan Norwich, dan menciptakan clean sheet.



“Jelas ada banyak hal yang harus diperbaiki,” 

"Tapi aku bukan robot. Saya tidak bisa segera kembali 100 persen."

Pada Sabtu besok (21/8/2021), The Anfield Gank akan menghadapi Burnley di kandang dan tentu saja performa Van Dijk yang kini sudah kembali fit diharapkan mampu membantu Liverpool meraup tiga angka lagi.