Sempat Membela FC Porto, Miro Baldo Bento de Araujo Kini Melatih Boavista

Biografi | 16 October 2020, 07:51
Sempat Membela FC Porto, Miro Baldo Bento de Araujo Kini Melatih Boavista

"Bento mengawali karier profesional di Indonesia. Pada 1992, Bento bergabung dengan Arseto Solo."

Libero.id - Miro Baldo Bento de Araujo pernah menghiasi pemberitaan media-media olahraga Indonesia pada dekade 1990-an. Pernah membela tim nasional Indonesia, Bento kemudian kembali ke kampung halamannya untuk memperkuat Timor Leste. Kini, pria kelahiran Dili, 4 Juni 1975, itu berstatus pelatih Boavista Futebol Clube.

Meski lahir dan tumbuh di Timor Timur (nama Timor Leste saat jadi wilayah Indonesia), Bento justru mengawali karier profesional di Jawa. Pada 1992, Bento bergabung dengan Arseto Solo sebagai penyerang di Galatama.

Ketika Liga Indonesia digulirkan, dia tetap setia membela Arseto. Bento bermain sangat bagus bersama Rochi Putiray di lini depan. Dia tetap berada di Stadion Sriwedari hingga tawaran membela Persija Jakarta datang pada 1998.

Hanya sebentar membela Macan Kemayoran, Bento selanjutnya bergabung dengan PSM Makassar. Dia bermain pada 1999-2002. Bento termasuk generasi emas Juku Eja ketika menjuarai Liga Indonesia 1999/2000 bersama Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Hendro Kartiko, Orizan Solossa, dan Carlos de Melo.

Selanjutnya, Bento berkelana ke sejumlah klub Liga Indonesia. Dia pernah membela Perseden Denpasar (2003), Persekaba Kabupaten Badung (2004), Persijap Jepara (2004/2005), Persim Minahasa (2006), Persiba Balikpapan (2007), Persela Lamongan (2007), PSBL Langsa (2008/2009), hingga PSIS Semarang (2010).

Berkat penampilan yang garang di kotak penalti lawan, Bento mendapatkan panggilan membela timnas senior. Salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan Bento bersama pasukan Garuda adalah Piala Tiger 1998.

Turnamen di Vietnam tersebut dikenang sebagai salah satu sejarah kelam sepakbola di Asia Tenggara ketika Indonesia dan Thailand sama-sama ingin kalah. Pertandingan itu dikenang karena gol bunuh diri Musyid Effendi di penghujung laga yang membuat Indonesia kalah 2-3. Thailand dan Indonesia saat itu ingin menghindari Vietnam di semifinal.

Meski secara tim memalukan dan dihujat banyak orang di seluruh dunia, Bento tetap menunjukkan tajinya. Dia mengemas 3 gol saat Indonesia menghadapi Myanmar, Thailand, dan Singapura. Koleksi golnya sama dengan Aji Santoso, Aung Khine, Alfredo Razon Gonzalez, Ahmad Latiff Khamaruddin, Worrawoot Srimaka, dan Nguyen Hong Son. Mereka tertinggal 1 gol dari sang peraih sepatu emas, Myo Hlaing Win.

Ketika Timor Timur memutuskan berpisah dengan Indonesia dalam jajak pendapat yang disponsori PBB dan merdeka menjadi Timor Leste, Bento memutuskan kembali ke kampung halaman. Dia membela FC Porto Taibesse di usia 40 tahun dan bermain sebagai gelandang.

Bento sebenarnya tidak ingin bermain sepakbola lagi saat mudik karena ingin fokus berbisnis. Tapi, karena Porto adalah klubnya masa kecil, dia tidak bisa menolak. Di zaman Indonesia, Porto bernama PS Hiber, yang merupakan singkatan "Hitam Bersaudara". Klub itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat tinggal Bento di masa kanak-kanak.

Tidak lama bermain untuk Porto, Bento akhirnya benar-benar pensiun. Dia beralih profesi menjadi pelatih. Bento memulainya dengan menjadi asisten di Porto, berlanjut ke timnas Timor Leste dan Boavista. Tahun ini, dia naik kelas menjadi pelatih kepala.  

Bukti tangan dingin dan pengalaman Bento di sepakbola mampu membawa Boavista mencapai final Copa FFTL 2020 menghadapi Karketu Dili. Kompetisi yang di Inggris disebut Piala FA tersebut akan memainkan pertandingan puncak pada 17 Oktober 2020 di Estadio Cafe Gleno, Ermera. Jika sukses, itu akan menjadi gelar pertama Boavista di sepakbola Timor Leste.

"Jayalah Boavista! Hidup sepakbola Timor Leste," tulis Boavista di lama resmi Facebook miliknya untuk menyemangati para pemain yang sedang bersiap menghadapi Karketu.

Sepakbola di Timor Leste cukup unik. Meski merdeka dari Indonesia, negara di timur NTT tersebut punya riwayat hubungan yang panjang dengan Portugal. Terbukti, klub-klub sepakbola di negara tersebut mengambil nama-nama klub Portugal. Logo maupun warga jersey juga hampir sama.

Selain Porto dan Boavista, ada lagi Academica Timor yang meniru Academica de Coimbra. Lalu, Benfica Dili dan Benfica Laulara, yang meniru Benfica di Lisbon. Begitu pula Sporting Clube de Timor, yang namanya diambil dari Sporting Lisbon.

Menariknya, tidak semua klub didirikan setelah Timor Leste merdeka. Ada beberapa tim yang sudah ada sejak zaman Indonesia. Selain Porto, Boavista juga menjadi contoh klub lama yang masih eksis. Hanya saja, Porto dan Boavista adalah nama baru dari klub masa lalu.

Sebelum menjadi Boavista, klub berseragam kotak-kotak hitam-putih itu bernama Kumpulan Anak Remaja Lorosae dan didirikan pada 1986 oleh Pedro Carrascalao. Setelah sempat dibubarkan seusai Tragedi Santa Cruz, klub berubah menjadi Boavista pada 2018 dan tampil di Liga Timor Leste.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
49
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
43
6
Liverpool FC
40
7
Everton FC
40
8
Aston Villa FC
39
9
Tottenham Hotspur FC
36
10
Leeds United FC
35
11
Arsenal FC
34
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
32
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
22
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
55
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Villarreal CF
37
7
Real Betis Balompié
36
8
Levante UD
32
9
Athletic Club
30
10
Granada CF
30
11
RC Celta de Vigo
29
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Deportivo Alavés
22
18
Real Valladolid CF
21
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
53
2
AC Milan
49
3
Juventus FC
46
4
AS Roma
44
5
Atalanta BC
43
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
40
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Genoa CFC
26
13
ACF Fiorentina
25
14
Spezia Calcio
25
15
Benevento Calcio
25
16
Udinese Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
15
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
FC Porto
45
3
Sporting Clube de Braga
43
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
Rio Ave FC
22
10
Os Belenenses Futebol
21
11
CD Nacional
21
12
CD Tondela
21
13
Portimonense SC
19
14
Gil Vicente FC
19
15
SC Farense
19
16
FC Famalicão
19
17
Boavista FC
18
18
CS Marítimo
17
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
33
8
Borussia Mönchengladbach
33
9
VfB Stuttgart
32
10
SC Freiburg
31
11
TSG 1899 Hoffenheim
26
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
23
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
56
2
PSV
50
3
AZ
46
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
39
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
ADO Den Haag
15
17
Willem II Tilburg
14
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
58
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
55
4
AS Monaco FC
52
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
40
7
Olympique de Marseille
38
8
Stade Rennais FC 1901
38
9
Montpellier HSC
38
10
Angers SCO
35
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade Brestois 29
31
14
Stade de Reims
30
15
AS Saint-Étienne
30
16
RC Strasbourg Alsace
29
17
Nîmes Olympique
24
18
FC Nantes
23
19
FC Lorient
23
20
Dijon Football Côte d'Or
15