Kisah Luciano, Pemain Chievo yang Bertahun-tahun Pakai Nama Palsu Eriberto

Biografi | 04 December 2020, 06:45
Kisah Luciano, Pemain Chievo yang Bertahun-tahun Pakai Nama Palsu Eriberto

"Pemain sayap lincah ini akhirnya ketahuan dalam sebuah skandal paspor palsu."

Libero.id - Eriberto Conceicao da Silva alias Luciano Siqueira de Oliveira sempat menghiasi pemberitaan media-media olahraga di seluruh dunia pada 2000-an. Penyebabnya, kasus paspor palsu.

Kisah Eriberto menjadi Luciano dimulai ketika meninggalkan Palmeiras di Brasil untuk membela Bologna di Serie A pada 1998. Dia mengawali debut pada 12 September 1998 saat Bologna dikalahkan AC Milan 0-3. Eriberto masuk pada menit 82 menggantikan Giancarlo Marocchi.

Sayang, penampilan yang kurang bertanggung jawab didapatkan Eriberto selama 2 musim bermain di Stadio Renato dall'Ara. Dia sering dihukum manajemen karena indisipliner dan tindakan-tindakan kurang terpuji lainnya. Akibatnya, Eriberto hanya mendapat kesempatan merumput 33 kali sepanjang 1998/1999 dan 1999/2000.

Jengah dengan kelakuan Eriberto, manajemen Bologna meminjamkan ke Chievo Verona, yang pada 2000/2001 masih bermain di Serie B. Berkat performa yang bagus di kasta kedua, Eriberto menjadi pemain idola suporter The Flying Donkeys. Berkolaborasi dengan Christian Manfredini, Eriberto tampil sangat bagus dari sektor sayap.

Kerjasama Eriberto dengan Manfredini ketika itu mendapatkan apresiasi banyak orang. Mendapatkan julukan The Black Arrows, Eriberto-Manfredini membawa Chievo promosi ke Serie A 2001/2002.

Keberhasilan meloloskan Chievo ke kasta tertinggi kompetisi Italia sekaligus menjadi awal terungkapnya rahasia Eriberto yang mengejutkan banyak orang. Sepanjang musim 2001/2002, Chievo benar-benar tampil mengejutkan. Kombinasi Eriberto-Manfredini benar-benar membuat banyak pemain belakang lawan kebingungan melakukan penjagaan.

Musim tersebut diakhiri Chievo dengan berada di posisi 5 klasemen. Itu menjadi posisi tertinggi Chievo sepanjang keikutsertaan di kompetisi Italia. Sebab, posisi tersebut berarti selembar tiket Piala UEFA 2002/2003.

Setelah sukses di Chievo, tawaran datang dari banyak klub mapan Serie A. Lalu, pada transfer window musim panas 2002, Chievo hendak melakukan transfer Eriberto secara permanen dari Bologna. Tapi, kedua klub tidak mencapai kesepakatan lantaran masuknya tawaran yang lebih menggiurkan dan masuk akal dari Lazio untuk Eriberto serta Manfredini.

Semuanya berjalan lancar dan tanda-tanda Eriberto ke Stadio Olimpico, Roma, terlihat semakin jelas ketika bertemu dengan manajemen Lazio. Para pihak juga sepakat dengan nominal transfer maupun gaji yang akan diterima pesepakbola berpostur 181 cm tersebut.

Tiba-tiba, Lega Calcio dan FIGC membatalkan transfer Eriberto. Mereka menemukan fakta bahwa sang pemain melakukan pemalsuan identitas diri. Paspornya asli tapi palsu. Maksudnya, parpor itu asli dan diterbitkan otoritas berwenang. Tapi, palsu karena identitasnya berbeda.

Eriberto mengakui bahwa dirinya memalsukan identitasnya agar bisa mendapatkan kesempatan bermain di Eropa. "Setiap pagi saya bangun dengan rasa takut akan menemukan polisi di luar rumah saya. Saya menghabiskan bertahun-tahun hidup dengan rasa takut ketahuan," ujar Eriberto saat itu, dikutip La Gazzetta dello Sport.

Lalu, Eriberto memutuskan untuk kembali ke Brasil dan membersihkan hati nuraninya. Pada 21 Agustus 2002, dia pergi ke kantor polisi di Sao Paulo, dan beberapa jam kemudian, Luciano keluar.

Membuang nama Eriberto, Luciano keluar dari kantor polisi dan menjelaskan kepada publik. Dia mengaku menggunakan identitas palsu saat berusia 19 tahun. Ketika itu, seorang agen yang dikenalnya sebagai Moreno berjanji akan memberi kesempatan trial dengan klub besar. Sang agen mengajukan syarat untuk mengubah usianya menjadi lebih muda. Menurut agennya, akan sulit bagi Luciano menemukan klub besar ketika usianya mendekati 20 tahun.

Luciano menerima syarat itu. Tidak sulit untuk mengubah identitasnya karena Luciano adalah yatim piatu yang tinggal di permukiman kumuh. Dia dengan mudah meyakinkan tetangganya yang berusia 16 tahun untuk meminjamkan akta kelahirannya dan membiarkannya mengambilnya.

Rencana licik Moreno berhasil. "Eriberto" bergabung dengan skuad muda Palmeiras. Dia masuk ke tim utama beberapa tahun kemudian sebelum ditemukan pencari bakat dari Bologna dan dibawa ke Italia pada 1998.

Ketika kasus itu meledak, pers Brasil dan Italia melaporkan bahwa Luciano diperas oleh sindikat kejahatan terorganisasi yang mengetahui tentang penipuan itu. Suara-suara lain menunjukkan bahwa Eriberto yang asli mengancam akan menuntut Luciano. Tapi, Luciano menepis semua gosip tersebut.

Selain karena transfer ke Lazio yang gagal, alasan lain Luciano berterusterang adalah anak. Dia memiliki anak berusia 2 tahun dan diberi nama Gabriel. Tapi, dia kesulitan memberikan nama keluarga di belakang nama Gabriel. Luciano tidak ingin anaknya menggunakan nama belakang Da Silva karena nama keluarganya yang sebenarnya adalah De Oliveira

Beruntung bagi Luciano karena FIFA dan FIGC merespons dengan baik. Meski transfer ke Lazio gagal, FIFA dan FIGC tidak berniat melakukan tuntutan hukum. FIGC hanya melarang Luciano bermain 7 bulan, yang kemudian dikurangi menjadi 4 bulan setelah banding. Kabar baiknya, tidak ada yang membawa kasus itu ke pengadilan sehingga Luciano bisa langsung bermain setelah skorsingnya berakhir.

Luciano bermain lagi untuk Lazio mulai Januari 2003 setelah libur Natal-Tahun Baru. Di akhir musim, dia membantu Chievo finish di posisi 7 klasemen Serie A. Kemudian, tawaran dari Inter Milan datang di transfer window musim panas 2003. Luciano pergi ke Inter dengan status pinjaman plus opsi kontrak permanen.

Sial, Luciano cedera pada September 2003 dan baru kembali pada akhir Oktober 2003. Dia memainkan pertandingan pertamanya sejak pulih dari cedera pada 22 November 2003, menggantikan Javier Zanetti pada menit 65 sebagai bek sayap. Pertandingan Inter itu memenangkan Reggina 6-0.  Dia kemudian bermain dua kali di Coppa Italia sebelum dikirim kembali ke Chievo.

Dari Inter, Luciano kembali ke Chievo sebelum pensiun bersama Matova pada 2004. Selama 12 musim di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, Luciano bermain 249 kali dengan memproduksi 16 gol. Dia sempat membantu Chievo menjuarai Serie B lagi, yaitu pada 2007/2008.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
50
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
44
6
Liverpool FC
43
7
Everton FC
40
8
Tottenham Hotspur FC
39
9
Aston Villa FC
39
10
Arsenal FC
37
11
Leeds United FC
35
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
33
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
23
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
58
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Real Betis Balompié
39
7
Villarreal CF
37
8
Granada CF
33
9
Levante UD
32
10
Athletic Club
30
11
RC Celta de Vigo
30
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Real Valladolid CF
22
18
Deportivo Alavés
22
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
56
2
AC Milan
52
3
Juventus FC
46
4
Atalanta BC
46
5
AS Roma
44
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
43
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Udinese Calcio
28
13
Genoa CFC
26
14
ACF Fiorentina
25
15
Spezia Calcio
25
16
Benevento Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
18
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
Sporting Clube de Braga
46
3
FC Porto
45
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
CD Tondela
24
10
Rio Ave FC
22
11
Os Belenenses Futebol
21
12
CD Nacional
21
13
Portimonense SC
20
14
SC Farense
19
15
Gil Vicente FC
19
16
FC Famalicão
19
17
CS Marítimo
18
18
Boavista FC
18
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
34
8
SC Freiburg
34
9
Borussia Mönchengladbach
33
10
VfB Stuttgart
32
11
TSG 1899 Hoffenheim
27
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
26
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
57
2
PSV
51
3
AZ
49
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
42
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
Willem II Tilburg
17
17
ADO Den Haag
15
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
59
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
56
4
AS Monaco FC
55
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
41
7
Olympique de Marseille
39
8
Montpellier HSC
39
9
Stade Rennais FC 1901
38
10
Angers SCO
36
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade de Reims
31
14
Stade Brestois 29
31
15
RC Strasbourg Alsace
30
16
AS Saint-Étienne
30
17
FC Lorient
26
18
Nîmes Olympique
25
19
FC Nantes
24
20
Dijon Football Côte d'Or
15