Selamat Ulang Tahun!

Momen Messi dan Neymar Diserang Pendukung Marseille di Laga Le Classique

"Skornya imbang 0-0. Tapi, suasana di stadion seperti perang. Cek videonya!"

Berita | 25 October 2021, 03:54
Momen Messi dan Neymar Diserang Pendukung Marseille di Laga Le Classique

Libero.id - Le Classique benar-benar menjadi pertandingan panas yang jauh dari kata sportivitas. Terbukti, Lionel Messi dan Neymar harus berlindung di bawah tameng petugas keamanan saat melakukan tendangan sudut. Bahkan, seorang pendukung Marseille berhasil masuk lapangan dan nyaris menyerang La Pulga. 

Marseille menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Stade Velodrome, Senin (25/10/2021) dini hari WIB. Pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol itu berlangsung panas, keras, dan cenderung tidak sportif. 

Sejak pertama datang ke Prancis dari Spanyol, Messi memang sudah mengerti bahwa laga yang dijalani PSG melawan Marseille sama dengan Barcelona kontra Real Madrid. Bedanya, perseteruan ini baru dimulai pada 1980-an lantaran PSG lahir pada 12 Agustus 1970.

Sejak saat itu, dua klub ini menjadi penguasa sepakbola Prancis. Mereka merupakan dua tim Prancis yang mengangkat trofi utama Eropa, yaitu Liga Champions (Marseille) dan Piala Winners (PSG). 

Le Classique adalah pertempuran antara dua kota terbesar di Prancis, yaitu Paris melawan Marseille. Ibukota negara di utara melawan klub dari provinsi di selatan. Ini seperti klub aristokrasi melawan klub rakyat jelata, meski sebenarnya tidak seperti itu.

PSG sesungguhnya lahir sebagai tim milik penggemar. Mereka didirikan oleh sekelompok pengusaha asal Paris yang menyukai sepakbola. Dengan bantuan pengurus Madrid dan petisi 20.000 orang, lahir klub yang kini dikenal sebagai PSG setelah merger Paris Football Club (PFC) dan Stade Saint-Germain.

Sementara Marseille didirikan pada 1892 oleh kalangan bangsawan, yang dipelopori Rene Dufaure de Montmirail. Mereka adalah klub elite yang para pendukungnya adalah orang-orang kaya di Prancis Selatan, yang mendapatkan bisnis dari perikanan dan pariwisata.

Sialnya, pemahaman itu sekarang berbalik. PSG justru dianggap sebagai klub borjuis. Sedangkan Marseille klub kaum proletar. Karena itu, setiap pertandingan di kandang Marseille selalu tegang. Ini seperti kaum buruh yang memberontak kepad majikan.

Lihatlah saat PSG menyambangi Marseille di Stade Velodrome. Suporter tuan rumah sudah mencegat kendaraan yang mengangkut pemain-pemain PSG di jalanan menuju stadion. Di sekitar stadion, mereka sudah berkumpul, bernyanyi, dan menyalakan flare.

Puncaknya, ketika pertandingan dimulai. Bukan hanya kata-kata kasar dan sumpah serapah yang keluar. Para pendukung Marseille juga melemparkan berbagai benda berbahaya ke lapangan untuk melukai pemain-pemain PSG. 

Itu benar-benar membuat aparat keamanan bekerja keras. Mereka harus memasang barikade penghalang di pinggir lapangan, di bendera sudut, untuk melindungi para pemain PSG saat melakukan tendangan pojok. Begitu pula ketika lemparan ke dalam dilakukan. 

Meski pengamanan super ketat, tetap saja ada penonton tuan rumah yang berhasil menerobos lapangan. Salah satunya bahkan mencoba menyerang Messi dari jarak dekat. Tapi, La Pulga dengan lincah berhasil menghindarinya.

(andri ananto/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan