Selamat Ulang Tahun!

Kisah Manik Trisna Dewi Wetan, Atlet Bali Sumbang Emas di Olahraga Khas Vietnam

"Olahraga ini layaknya pencak silat di Indonesia. Ada yang tahu?"

Biografi | 22 May 2022, 01:30
Kisah Manik Trisna Dewi Wetan, Atlet Bali Sumbang Emas di Olahraga Khas Vietnam

Libero.id - Dari 58 medali emas yang didapatkan Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 hingga Sabtu (21/5/2022), ada satu cabang olahraga yang asing di telinga orang Indonesia. Itu adalah Vovinam. Dan, satu-satunya yang menyumbang emas di cabang olahraga beldiri tersebut adalah Ni Gusti Agung Ayu Manik Trisna Dewi Wetan.

Pada Jumat (20/5/2022), di Soc Son Gymnasiums, Hanoi, Gung Manik tampil penuh percaya diri pada kelas Female Single Weapon Practice, Yin-Yang Sword Form.

Hasilnya, luar biasa. Atlet perempuan dari Tabanan, Bali, tersebut berhasil mengungguli jagoan Myanmar, May Luin Haan Ni Aung. Sementara Tram Nguyen Thi Ngoc (Vietnam) dan Sokha Pov (Kamboja) harus puas dengan perunggu. Manik meraih emas setelah mendapatkan skor akhir 271.

Itu adalah medali kedua Manik di SEA Games 2021. Di kategori yang sama pada "Dragon Tiger Form", Manik mendapatkan perunggu bersama atlet Kamboja, Em Chankanika. Untuk emas didapatkan Mai Thi Kim Thuy dari Vietnam, dan perak diperoleh Khine War Poo (Myanmar).

Dengan kontribusi Manik, itu berarti Kontingen Vovinam Indonesia sudah mendapatkan tiga emas dari SEA Games yang mempertandingkan olahraga khas Vietnam ini. Sebelumnya, pada SEA Games edisi perdana yang mempertandingkan Vovinam, yaitu 2013 di Myanmar, Indonesia mendapat dua emas.

Ketika itu, kuartet I Gusti Agung Gede Ary Wirawan, I Wayan Sumertayasa, I Nyoman Suryawan, dan Dewa Gede Tomi Sanjaya meraih emas di nomor Weapon Self-Defence for Man. Lalu, duo Luh Gede Arista Dewi dan Ni Made Dwi Ratna mendapatkan emas di nomor Dual Sword Women.

10 Foto Carli Lloyd, Pemain Sepakbola Wanita US yang Hat-trick di Final Piala Dunia 2015

10 Foto Carli Lloyd, Pemain Sepakbola Wanita US yang Hat-trick di Final Piala Dunia 2015

Pertanyaannya, olahraga macam apa ini? Vovinam, kependekan dari Vo Viet Nam. Secara harfiah berarti "seni beladiri Vietnam (Viet Vo o). Olahraga ini didirikan pada 1938 oleh Nguyen Loc. Ini didasarkan pada mata pelajaran tradisional Vietnam dan sumber eklektik.

Vovinam melibatkan penggunaan tangan, siku, kaki, lutut, dan senjata seperti pedang, pisau, pahat, cakar, kipas. Siswa juga belajar bagaimana menangani senjata genggam, serangan balik, penguncian, dan tuas. 

Diantara banyak senibela diri di Vietnam, Vovinam adalah yang terbesar dan paling berkembang dengan lebih dari 60 sekolah di seluruh dunia, termasuk Polandia, Belgia, Kanada, Kamboja, Denmark, Jerman, Amerika Serikat, Maroko, Norwegia, Rusia, Prancis, Rumania, Swiss, Swedia, Singapura, Uzbekistan, Thailand, Italia, Australia, India, Pakistan, Iran, Spanyol, Aljazair, Taiwan, Yunani, hingga Indonesia, terutama Bali. 

Vovinam dipraktekkan dengan dan tanpa senjata. Ini didasarkan pada prinsip antara keras dan lunak. Ini termasuk pelatihan tubuh serta pikiran. Ini menggunakan kekuatan dan reaksi lawan. 

Olahraga beladiri ini juga mencakup teknik tangan, siku, tendangan, pelarian, dan pengungkit. Kedua teknik serangan dan pertahanan dilatih, serta bentuk, pertempuran dan gulat tradisional. Berbagai macam teknik termasuk meninju, menendang, bentuk, gulat, pedang, tongkat, kapak, kipas lipat dan lain-lain.

Teknik bela diri Vovinam mencakup pertahanan terhadap serangan tanpa senjata seperti tersedak dari belakang dan pertahanan terhadap penyerang bersenjatakan pisau atau pedang. 

Siswa tingkat lanjut belajar menggabungkan teknik dan membela diri melawan lawan bersenjata. Instruktur mengajarkan senjata tradisional seperti tongkat panjang, tongkat pendek, pisau, pedang, dan pedang. Senjata dengan demikian berfungsi sebagai perangkat pelatihan untuk mencapai kontrol tubuh dan pikiran yang optimal.

Layaknya pencak silat yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, Vovinam juga sedang diusakan menjadi olahraga Olimpiade. Tapi, sampai saat ini, olahraga ini baru dipertandingan di SEA Games pada dua edisi sehingga jalan yang ditempuh masih sangat panjang.

(andri ananto/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=TwzVU66e1KM

Artikel Pilihan


Daun Media Network