Sergio Reguilon dan Potensi Perubahan Strategi Bermain Jose Mourinho

Analisis | 21 September 2020, 13:18
Sergio Reguilon dan Potensi Perubahan Strategi Bermain Jose Mourinho
Kredit: tottenhamhotspur.com

"Semua catatan menunjukkan Reguilon piawai menyerang namun lemah bertahan. Pilihan tidak mudah bagi formasi Mourinho."

Libero.id - Tottenham Hotspur resmi mendatangkan kembali mantan bintangnya di masa lampau, Gareth Bale dari Real Madrid, di samping itu mereka juga merekrut sosok bek kiri yang enerjik, Sergio Reguillon yang juga berasal dari Madrid.

Reguillon merupakan produk akademi Real Madrid yang patut dicontoh pemain muda lainnya. Sejak usia 8 tahun dia telah berada di Real Madrid hingga tahun 2015, kemudian dia bergabung dengan tim Divisi B Segunda, UD Logrones dengan status pinjaman.

18 bulan setelah penampilannya di UD Logrones, bek sayap itu akhirnya diberi kesempatan untuk kembali ke Real Madrid meski masih harus bermain untuk Real Madrid Castilla.

Pada musim 2018/19 Reguilon akhirnya masuk ke tim utama Madrid dengan bermain sebanyak 15 kali yang pada saat ia bersaing dengan Marcelo untuk menempati posisi bek sayap kiri.

Lompatan dari tim yang kesulitan di kasta ketiga sepak bola Spanyol untuk menjadi starter di salah satu klub terbesar Eropa dalam waktu sesingkat itu, mungkin mengejutkan beberapa orang.

Namun mantan rekan setim Reguilon di UD Logrones tidak memiliki keraguan tentang kemana arah kariernya. Miguel Martinez memberi tahu MARCA bahwa, "Ratusan pemain keluar dari Castilla ke Segunda B. Namun, pemain gagal mencapai potensinya karena mereka tidak memiliki keyakinan untuk berhasil, Reguilon berbeda."

Tekad baja Reguilon tersebut membantunya untuk kembali ke pangkuan Madrid, tetapi dengan kepergian Santiago Solari dan kedatangan Zinedine Zidane, ia memiliki peluang yang semakin tipis.

Penandatanganan Ferland Mendy musim panas lalu menjadi penyebab selanjutnya, Reguilon akhirnya dikirim dengan status pinjaman ke Sevilla.

Finis di zona Liga Champions dan kemenangan di Liga Eropa menandai musim yang luar biasa bagi klub Andalusia, demikian pula bagi Reguilon yang tampil menawan sepanjang musim.

Ke depan, Reguilon adalah salah satu full-back paling potensial di Spanyol. Dalam sistem 4-3-3 Lopetegui, full back mengokupasi sisi sayap untuk menciptakan kelebaran, kecuali pemain sayap kiri sudah ditempatkan di luar, maka Reguilon akan melakukan under lapping ke dalam.

Berkat tinggi badan 178 cm membuatnya memiliki kecepatan terutama dalam membawa bola melalui dribbling.

Hanya 8 pemain lain di La Liga yang lebih banyak menguasai bola darinya. Selain itu, dribel suksesnya mencapai 1,43 per 90 menit, sangat mengungguli 0,48 dribel sukses dari bek kiri milik Tottenham, Ben Davies per 90 menit.

Reguilon juga sangat efektif ketika dia mencapai sepertiga lapangan akhir. Operan kunci pemain asal Spanyol itu mencapai 1,47 per 90 menit adalah yang tertinggi ke-5 dari semua bek di La Liga.

Sevilla adalah salah satu tim dengan penguasaan bola terbanyak di liga musim lalu. Seperti yang dapat dilihat dari volume operan kunci yang tinggi per 90 menit, artinya Reguilon memiliki kemampuan melakukan umpan-umpan yang berpotensi menjadi gol meski akurasi operannya hanya 79,7%.

Lopetegui memberikan arahan kepada para full-backnya untuk memberikan lebih banyak umpan silang ke dalam kotak penalti, alhasil Jesus Navas mengumpulkan paling banyak operan ke kotak penalti di liga dengan 193 operan. Meskipun Reguilon hanya berhasil mencetak setengahnya, dia masih menjadi yang paling dominan ke-7 di La Liga.

Reguilon juga menjadi yang paling sukses saat melakukan crossing rendah ke dalam kotak penalti. Faktanya, 3 dari 5 assistnya di semua kompetisi musim lalu terjadi melalui bola-bola rendah yang dikirim dari sisi kiri.

Tapi, pada akhirnya seorang bek akan dinilai berdasarkan kinerja mereka dalam menghentikan lawan, terutama di bawah manajemen Jose Mourinho.

Reguilon mencatatkan 1,18 tekel sukses per 90 menit, mungkin tidak tampak terlalu agresif, tetapi mengingat berapa banyak penguasaan bola yang dimiliki Sevilla musim lalu (58,4%), maka tentu saja para pemain bertahan akan membuat lebih sedikit tekel.

Dalam sistem Lopetegui, Reguilon akan sering mendorong dan menekan bek kanan lawan, atau gelandang kanan, sementara Jesus Navas tetap dalam posisi yang lebih konservatif.

Gaya permainan Reguilon yang beroktan tinggi dapat bermanfaat dalam menekan lawan dengan cepat untuk memenangkan bola kembali.

Reguilon menyelesaikan lebih dari dua kali lipat jumlah tekel dan intersep daripada Navas musim lalu. Meskipun demikian, keinginannya untuk memenangkan bola dapat menyebabkan lawan yang lebih baik memainkan bola di sekitarnya, dan kemudian mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Sevilla.

Hal ini menjadi sorotan utama dimana penyelesaian tekel Reguilón yang biasa-biasa saja, yakni 46% saat menghadapi pemain dribbling atau 4% lebih rendah dari total Navas.

Postur tubuh Reguilon yang tak terlalu tinggi dan terlihat kurang atletis juga berarti bahwa ia dapat didominasi saat duel-duel di udara.

Tingkat keberhasilannya 55% dalam duel udara adalah bukti bahwa ia tak terlalu lemah dalam hal itu meski tak ditunjang postur tubuh yang memadai, tapi ini adalah penurunan yang sangat signifikan daripada Ben Davies yang memenangkan lebih dari 65% duel udara musim lalu.

Menanti Kepiawaian Mourinho

Libero.id

Kredit: tottenhamhotspur.com

Setiap pemain pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula bagi Reguilon, namun yang akan menentukan di sini adalah bagaimana Jose Mourinho menyiapkan sistem yang terbaik untuknya.

Selama waktunya di Tottenham sejauh ini, Mourinho biasanya menggunakan formasi 4-3-2-1 dengan menggunakan bek sayap kanan untuk mendukung serangan, sementara bek kiri Ben Davies tetap dalam posisi yang lebih defensif untuk membentuk poros tiga bek.

Tampaknya tidak mungkin bahwa Mourinho bersedia mengerahkan dua bek sayap sekaligus untuk aktif menyerang yang artinya baik Reguilon dan Matt Doherty salah satunya harus lebih bermain bertahan.

Kedatangan Reguilon berpotensi bertentangan dengan gaya permainannya yang lebih konservatif, apalagi bek tengah Tottenham tidak cukup cepat untuk menutupi posisi full-back yang naik membantu serangan.

Solusi potensialnya adalah menggunakan Ben Davies sebagai bek tengah ketiga di sistem tiga bek, yang artinya akan menutupi area Reguilon jika sedang dieksploitasi oleh lawan.

Tottenham akan mendapatkan keuntungan dari kelincahan dan kualitas menyerang Reguilon, sementara kelemahannya dalam duel udara dan menjaga pertahanan dapat ditutupi.

Tidak diragukan lagi, kembalinya Gareth Bale ke London utara menarik perhatian media. Tapi, akan naif untuk mengabaikan signifikansi yang dimiliki Sergio Reguilon.

Jika dia bisa menerjemahkan performanya untuk Sevilla ke Liga Premier, maka fans Spurs mungkin akan memuja kaki kiri asal Spanyol itu sepanjang musim ini.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
50
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
44
6
Liverpool FC
43
7
Everton FC
40
8
Tottenham Hotspur FC
39
9
Aston Villa FC
39
10
Arsenal FC
37
11
Leeds United FC
35
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
33
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
23
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
58
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Real Betis Balompié
39
7
Villarreal CF
37
8
Granada CF
33
9
Levante UD
32
10
Athletic Club
30
11
RC Celta de Vigo
30
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Real Valladolid CF
22
18
Deportivo Alavés
22
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
56
2
AC Milan
52
3
Juventus FC
46
4
Atalanta BC
46
5
AS Roma
44
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
43
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Udinese Calcio
28
13
Genoa CFC
26
14
ACF Fiorentina
25
15
Spezia Calcio
25
16
Benevento Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
18
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
Sporting Clube de Braga
46
3
FC Porto
45
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
CD Tondela
24
10
Rio Ave FC
22
11
Os Belenenses Futebol
21
12
CD Nacional
21
13
Portimonense SC
20
14
SC Farense
19
15
Gil Vicente FC
19
16
FC Famalicão
19
17
CS Marítimo
18
18
Boavista FC
18
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
34
8
SC Freiburg
34
9
Borussia Mönchengladbach
33
10
VfB Stuttgart
32
11
TSG 1899 Hoffenheim
27
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
26
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
57
2
PSV
51
3
AZ
49
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
42
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
Willem II Tilburg
17
17
ADO Den Haag
15
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
59
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
56
4
AS Monaco FC
55
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
41
7
Olympique de Marseille
39
8
Montpellier HSC
39
9
Stade Rennais FC 1901
38
10
Angers SCO
36
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade de Reims
31
14
Stade Brestois 29
31
15
RC Strasbourg Alsace
30
16
AS Saint-Étienne
30
17
FC Lorient
26
18
Nîmes Olympique
25
19
FC Nantes
24
20
Dijon Football Côte d'Or
15