Selamat Ulang Tahun!

Kisah Willy Van Der Kuijlen, Top Skor Sepanjang Masa Eredivisie yang Tutup Usia 74 Tahun

"Tidak hanya sebagai pesepakbola, ia juga bekerja sebagai buruh pabrik Philips"

Biografi | 02 September 2021, 23:54
Kisah Willy Van Der Kuijlen, Top Skor Sepanjang Masa Eredivisie yang Tutup Usia 74 Tahun

Libero.id - Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Eredivisie, Willy van der Kuijlen, meninggal dunia pada usia 74 tahun pada 19 April lalu. Van der Kuijlen bermain untuk klub Eindhoven selama 18 musim antara 1964 dan 1981, mencetak 308 kali dalam 538 pertandingan.

Memulai karier profesionalnya bersama HVV Helmond pada tahun 1953, Van der Kuijlen sudah mulai menarik perhatian para pencari bakat PSV saat itu dan selama 13 tahun berkarier sebagai pesepakbola profesional, Van der Kuijlen dikenal sebagai panutan sekaligus idola anak-anak muda di Negri Tulip, khususnya untuk para pendukung Rood-witten.

Lalu bagaimana perjalanan hidup dari pemain dengan 22 caps bersama timnas Belanda tersebut?

Awal perjalanan karier

10 Foto Desire Cordero, Mantan Cristiano Ronaldo Kini Kekasih Joaquin Correa

10 Foto Desire Cordero, Mantan Cristiano Ronaldo Kini Kekasih Joaquin Correa

Lahir di Helmond pada 6 Desember 1946, Van der Kuijlen besar di sebuah kota yang terkenal dengan industri tekstilnya. Dan sama seperti anak laki-laki pada umumnya, ia sangat mencintai sepakbola, di usia 8 tahun, Van der Kuijlen muda bergabung dengan klub lokal, HVV Helmond. Pada tahun 1963, ia menarik minat dari PSV Eindhoven dan raksasa Belanda itu menawarinya kontrak, tetapi Van der Kuijlen menolak. Kemampuan finishing yang sangat klinis dan performanya dalam 63 pertandingan yang mampu mencetak 69 gol bersama HVV, benar-benar semakin memperkuat keinginan PSV untuk memboyongnya, di tahun 1964, usai menolak tawaran dari tiga belas klub lain (salah satunya Real Madrid), Van der Kuijlen akhirnya memutuskan bergabung bersama PSV.

Sukses bersama PSV

Van der Kuijlen memulai kariernya dengan kontrak semi-profesional; menandatangani kontrak dengan PSV Eindhoven yang membuatnya juga bisa bekerja di Philips. Pada hari kerja, ia akan bekerja sebagai pekerja gudang dan ketika berada di lapangan, ia adalah bintang utama PSV.

Memulai debut Eredivisie-nya pada 23 Agustus 1964 dalam pertandingan melawan Fortuna '54, Van der Kuijlen mencetak satu-satunya gol dalam kekalahan 2-1 Rood-witten. Pada pertandingan liga kedua, ia berhasil mencetak tiga gol dalam kemenangan 3-1 PSV atas SC Enschede dan di musim pertamanya di PSV, Van der Kuijlen sukses menempati posisi kedua dalam peringkat pencetak gol terbanyak Eredivisie dengan dua puluh gol dan setelah itu kemampuan mencetak golnya terus diuji, tidak hanya harus fokus pada kompetisi, Van der Kuijlen juga harus fokus pada pekerjaanya di Philips dan wajib militernya.

Masa terbaiknya di Philips Stadion, terjadi saat Kees Rijvers menjadi pelatih baru PSV.

Rijvers merubah peran Van der Kuijlen menjadi playmaker dan membentuk kemitraan yang sukses bersama Ralf Edström. Pada tahun 1974, Van der Kuijlen mencetak 27 gol dan pada saat itu, untuk kedua kalinya ia dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Eredivisie. Dan selama kolaborasinya bersama Rijvers yang pernah bermain untuk Saint-Étienne, mereka mampu membawa PSV meraih Piala KNVB (1974 & 1976) dan Piala UEFA (1978).

Tawaran datang silih berganti, dengan Real Madrid, Nice, Anderlecht dan Valencia CF menjadi tim yang tertarik untuk mengontraknya, tetapi PSV menolak setiap tawaran yang masuk. Selama 18 bulan mengabdi untuk Lightbulbs, selain menyumbangkan beberapa gelar bergengsi, Van der Kuijlen terus konsisten mencetak lebih dair 25 gol setiap musimnya di Eredivisie, dan bahkan sampai pada saat ia berganti partner dengan Gerrie Deijkers, Van der Kuijlen tetap mampu mempertahankan penampilannya yang produktif.

Usai memenangkan Eredivisie pada musim 1977/1978,  Van der Kuijlen sempat bertemu dengan kompratiotnya di ajang Piala UEFA saat PSV menghadapi Barcelona, yang pada waktu itu diperkuat oleh Johan Cruyff dan Johan Neeskens, PSV menang agregat 4–3 dan melaju ke final menghadapi Bastia, di mana Van der Kuijlen sukses mencetak satu gol.

Akhir karier Van der Kuijlen

Usai menjadi sosok yang dipuja di Philips Stadion selama lebih dari 10 tahun, pada tanggal 29 Agustus 1981, Van der Kuijlen akhirnya meninggalkan klub dan bergabung bersama MVV Maastricht, di mana ia bermain selama satu musim. Di Maastricht, ia tampil dalam 17 pertandingan, sambil mencetak tiga gol. Ketika Van der Kuijlen meninggalkan MVV, ia sempat bermain untuk tim Belgia, Overpelt Fabriek sebelum resmi pensiun. Secara total, ia memainkan 538 pertandingan liga dan mencetak 308 gol untuk PSV, membuatnya dinobatkan sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk PSV sekaligus pencetak gol terbanyak di kompetisi utama Belanda.

Nasib kurang baik di timnas Belanda

Sementara di panggung internasional, Van der Kuijlen memang memiliki karier yang kurang mentereng, di mana ia hanya mengemas 22 caps dan tujuh gol, hal itu tidak lepas dari dominasi Johan Cruyff di skuad tim Oranje. Meskipun menjadi pencetak gol terbanyak Eredivisie tiga kali, ia juga tidak termasuk dalam skuad untuk turnamen Piala Dunia 1974 dan 1978.

Kini pemain yang akrab disapa Willy itu, akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain paling produktif di benua biru dan akan selalu menjadi panutan untuk banyak anak-anak muda, terutama untuk warga kota Helmond dan juga penggemar PSV.

Selamat jalan Willy

(muflih miftahul kamal/muf)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan