Selamat Ulang Tahun!

Inilah Profil Finalis UEFA Nations League 2020/2021, Siapa Akan Juara?

"Spanyol melawan Prancis di final dan Italia kontra Belgia untuk perebutan posisi ketiga."

Biografi | 08 October 2021, 19:00
Inilah Profil Finalis UEFA Nations League 2020/2021, Siapa Akan Juara?

Libero.id - Setelah comeback 3-2 melalui gol Karim Benzema, Kylian Mbappe, dan Theo Hernandez, Prancis kini melaju ke final UEFA Nations League 2020/2021 dan akan melawan Spanyol yang sudah lebih dulu menunggu setelah menaklukan Italia 2-1.

Dengan hasil ini, Italia dan Belgia akan memperebutkan peringkat ketiga. Pertandingan akan diselenggarakan di Juventus Stadium, Minggu (10/10/2021) malam WIB. Sementara final yang mempertemukan Spanyol dengan Prancis akan berlangsung di San Siro, Senin (11/10/2021) dini hari WIB.

Untuk menyambut dua pertandingan besar tersebut, berikut ini profil tim-tim yang akan bertanding:
 

1. Spanyol

Pemenang Grup A4 : Menang 3, Imbang 2, Kalah 1, Gol 13-3

Top skor: Ferran Torres (6)


Hasil grup

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

03/09/2020: Jerman 1-1 Spanyol

06/09/2020: Spanyol 4-0 Ukraina

10/10/2020: Spanyol 1-0 Swiss

13/10/2020: Ukraina 1-0 Spanyol

14/11/2020: Swiss 1-1 Spanyol

17/11/2020: Spanyol 6-0 Jerman


Pelatih: Luis Enrique

Luis Enrique mengundurkan diri pada Juni 2019 karena alasan pribadi. Tapi, kembali ke posisinya lima bulan kemudian pada November 2019 setelah Kualifikasi Euro 2020 selesai. Setelah sebelumnya membawa Barcelona meraih kejayaan di La Liga dan Liga Champions, dia sekarang berharap untuk mengangkat trofi pertama untuk La Furia Roja.


Pemain kunci: Sergio Busquets

"Tim ini akan kembali," janji gelandang Barcelona, Sergio Busquets, setelah Spanyol kalah dari Italia melalui adu penalti di semifinal Euro 2020. Dia sekarang adalah anggota senior dari skuad Spanyol dan menepati janjinya untuk membawa negaranya ke level yang layak dibanggakan.


Layak diperhatikan: Yeremi Pino

Gelandang berusia 18 tahun itu menjadi pemain Spanyol termuda yang memulai final besar kompetisi Eropa ketika membintangi Villarreal dalam kesuksesan Liga Europa melawan Manchester United. Setelah mewakili negaranya di beberapa tingkat junior, dia mendapatkan caps senior pertamanya sebagai pemain pengganti di semifinal.


2. Prancis

Pemenang Grup A3: Menang 5, Imbang 1, Kalah 0, Gol 12-5

Hasil semifinal: menang 3-2 melawan Belgia

Top skor: Kylian Mbappe, Olivier Giroud (3)


Hasil

05/09/2020: Swedia 0-1 Prancis

08/09/2020: Prancis 4-2 Kroasia

11/10/2020: Prancis 0-0 Portugal

14/10/2020: Kroasia 1-2 Prancis

14/11/2020: Portugal 0-1 Prancis

17/11/2020: Prancis 4-2 Swedia


Pelatih: Didier Deschamps

Didier Deschamps mengkapteni Les Bleus menuju kemenangan di Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Pelatih Prancis sejak 2012 itu selanjutnya menjuarai Piala Dunia 2018. Kini, dia ingin Prancis bangkit setelah penampilan mengecewakan di Euro 2020 ketika tersandung melawan Swiss di babak 16 besar.


Pemain kunci: Antoine Griezmann

Pengaruh pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak Euro 2016 ini di tim semakin dalam seiring waktu berjalan. Dia juga mencetak tiga gol dan membuat tujuh assist di Kualifikasi Euro 2020. Dan, sekarang dia mengungguli Zinedine Zidane dalam peringkat pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis.


Layak diperhatikan: Jules Kounde

Bek tengah berusia 22 tahun itu mendapatkan penampilan perdana untuk Prancis menjelang Euro 2020 dan bermain selama 90 menit dari hasil imbang 2-2 dengan Portugal selama putaran final. Itu adalah langkah besar lainnya bagi pemain Sevilla. Dia sempat meraih kesuksesan di Liga Europa 2019/2020.


3. Italia

Juara Grup A1: Menang 3, Imbang 3, Kalah 0, Gol 7-2

Hasil semifinal: kalah 1-2 dari Spanyol

Top skor: Domenico Berardi, Lorenzo Pellegrini (2)


Hasil grup

04/09/2020: Italia 1-1 Bosnia-Herzegovina

07/09/2020: Belanda 0-1 Italia

11/10/2020: Polandia 0-0 Italia

14/10/2020: Italia 1-1 Belanda

15/11/2020: Italia 2-0 Polandia

18/11/2020: Bosnia-Herzegovina 0-2 Italia


Pelatih: Roberto Mancini

Orang yang membawa Italia meraih trofi Euro kedua setelah lebih dari 50 tahun menunggu. Sebelum itu, Mancini memenangkan trofi klub sebagai pelatih di Italia, Inggris, dan Turki. Dia juga menjadi salah satu penyerang Italia terbaik di generasinya, meski tidak pernah seberuntung itu bersama Gli Azzurri. Membawa Italia menempati peringkat ketiga akan menjadi hadiah hiburan mengingat duel dilaksanakan di kandang.


Pemain kunci: Gianluigi Donnarumma

Gianluigi Donnarumma adalah pemain terbaik Euro 2020. Kiper berusia 22 tahun itu dengan tenang menopang kesuksesan Italia dan menjadi pemain bintang dalam keberhasilan Gli Azzurri di semifinal dan final adu penalti.


Layak diperhatikan: Federico Chiesa

Putra mantan penyerang Italia, Enrico Chiesa, pemain berusia 23 tahun ini menarik perhatian karena kecepatan dan determinasinya di sayap pada Euro 2020. Dia mencetak gol melawan Austria dan Spanyol di fase knock-out.


4. Belgia

Pemenang Grup A2: Menang 5, Imbang 0, Kalah 1, Gol 16-6

Hasil semifinal: kalah 2-3 dari Prancis

Top skor: Romelu Lukaku (6)


Hasil

05/09/2020: Denmark 0-2 Belgia

08/09/2020: Belgia 5-1 Islandia

11/10/2020: Inggris 2-1 Belgia

14/10/2020: Islandia 1-2 Belgia

15/11/2020: Belgia 2-0 Inggris

18/11/2020: Belgia 4-2 Denmark


Pelatih: Roberto Martinez

Pelatih Spanyol yang mengukir karier di sepakbola Inggris, Martinez telah bertanggung jawab atas Belgia sejak 2016. Ditugaskan untuk mengarahkan "generasi emas" yang banyak dibanggakan negara itu menuju kemenangan yang telah lama ditunggu-tunggu. Tapi, dia hanya mampu menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2018 dan tersingkir di perempat final Euro 2020.


Pemain kunci: Kevin de Bruyne 

Kevin de Bruyne adalah gelandang terbaik di Liga Champions 2019/2020. Dia terus berkembang untuk klub dan negara. Permainan De Bruyne sangat kreatif dan membuat pelatihnya di Manchester City maupun Belgia puas.


Layak diperhatikan: Charles de Ketelaere

Charles de Ketelaere adalah bakat terbaru Belgia. Dia membuat debut tim utama di Club Brugge pada usia 18 tahun, masuk ke tim internasional senior pada usia 19 tahun, dan sekarang berusia 20, bisa membuat dampak di Italia. Dia bisa bermain di mana saja dari bek kiri hingga penyerang tengah.

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=uZiDnSmspvE

Artikel Pilihan