10 Transfer Paling Aneh Dalam Sejarah Sepak Bola

"Woodgate butuh 13 bulan untuk debut. Sementara Tevez beranggapan 8 bulan di China hanya liburan padahal dibayar Rp 15 miliar seminggu."

Feature | 31 March 2021, 02:02
10 Transfer Paling Aneh Dalam Sejarah Sepak Bola

Libero.id - Ketenaran sepak bola sebagai olahraga yang paling diminati di dunia sama gilanya dengan transfer pemain yang ada di dalamnya, dimana harga serta alasan sebuah klub merekrut seseorang sering kali tidak masuk akal.

Pada umumnya, sebuah tim mendatangkan pemain baru untuk menambal kekurangan tim atau pun meningkatkan performa tim. Dalam bidang pemasaran misalnya, sebuah klub mendatangkan seorang pemain dengan nama besar untuk meningkatkan profilnya sebagai sebuah tim. Namun, beberapa transfer pemain di bawah ini bisa dibilang paling aneh, kenapa begitu dan siapa saja pemain yang masuk ? berikut ulasannya,

10. Ricardo Quaresma ke Barcelona (2003)

Dipuji sebagai pemain masa depan, Ricardo Quaresma malah menjadi pemain yang lebih sering menduduki kursi cadangan El Barca dan gagal memberikan penampilan terbaiknya di Camp Nou.

Setelah memenangi gelar ganda bersama Sporting Lisbon, Quaresma dipinang oleh Barcelona pada musim panas 2003, dan nyatanya perpindahan tersebut terlalu 'prematur' untuk pria Portugal. Hanya mencetak satu gol dalam 28 pertandingan bersama Barcelona, Quaresma akhirnya memutuskan hengkang dan hal tersebut tidak lepas dari kedatangan Frank Rijkaard sebagai manajer baru Barcelona.

Bahkan setelah pindah dan bermain bersama beberapa tim top Eropa seperti Inter dan Porto, ia tetap saja gagal memenuhi ekspetasinya sebagai pesepak bola berbakat. Kini Quaresma bermain untuk Vitoria Guimaraes.

9. Ciro Immobile ke Borussia Dortmund (2014)

Usai memenangkan Capocannoniere bersama Torino di musim 2013/14, Ciro Immobile secara mengejutkan pindah ke Borussia Dortmund pada musim panas 2014. Tapi selama usahanya di  Westfalenstadion, penyerang asal Italia itu bisa terbilang gagal menggantikan peran Robert Lewandowski yang pindah ke Bayern Muenchen, bahkan Immobile berjuang untuk pergi.

Meski mencetak empat gol dalam enam pertandingan Liga Champions, Immobile hanya mencetak tiga gol dalam 24 pertandingan Bundesliga saat Dortmund finis di urutan ketujuh. Di akhir musim 2014/15, Immobile resmi meninggalkan raksasa Jerman itu.

"Kami tidak ada menerima bantuan, baik saya maupun keluarga saya. Kita harus berbagi kesalahan. Saya tidak tahu bahasa Jerman dan saya mengharapkan lebih banyak bantuan dari rekan satu tim saya. Tapi, hei, Anda tidak bisa berharap mengubah budaya suatu negara. Anda merasa tidak enak jika tidak terbiasa dengan gaya hidup tertentu. Dan bahasa Jerman adalah bahasa yang mustahil untuk dipelajari,"  ujar Immobile seperti yang dikutip sportskeeda.

Kini bermain bersama Lazio, Immobile menemukan kembali performa terbaiknya, bahkan ia sukses mencetak 144 gol dalam lebih dari 200 penampilan dan memenangkan penghargaan Capocannoniere tahun lalu.

8.Fernando Torres ke Chelsea (2011)

Saat masih berseragam Liverpool, Fernando Torres adalah salah satu penyerang paling diincar di dunia dan pada musim dingin 2011, ia secara resmi bergabung dengan Chelsea. Jelas hal itu mengejutkan banyak orang. Namun, penandatanganan pria Spanyol oleh manajemen The Blues bisa dibilang buruk, selama 4 tahun di Stamford Bridge, Torres hanya mampu mencetak 45 gol dalam 172 pertandingan diseluruh kompetisi bersama Chelsea.

Meskipun penggemar Chelsea akan selamanya mengingat Torres karena perannya di Camp Nou pada ajang Liga Champions musim 2012/13, tetapi tetap saja Torres tidak pernah menjadi pencetak gol produktif yang sama seperti di Liverpool.

“Mungkin, ketika Anda tiba di klub (Chelsea) seperti itu yang penuh dengan bintang, di tengah musim, sulit untuk menyesuaikan diri. Di musim depan, itu karena saya mengalami enam bulan pertama yang sangat, sangat buruk di mana semua orang mengingat. Bahkan jika saya bermain bagus dan mungkin mencetak gol, semua kesalahan masih ada pada saya,” ujar Torres seperti yang dikutip sportskeeda.

7.Andy Carroll ke Liverpool (2011)

Andy Carroll adalah panic buying Liverpool usia perginya Fernando Torres. Carroll memiliki tugas sederhana dengan Newcastle, membantu klub memenangkan promosi ke Liga Premier, sebelum pindah ke Anfield.

Penyerang Inggris itu hanya mampu mencetak 6 gol dalam 44 penampilan bersama The Reds di Liga Premier, dan pria jebolan akademi muda The Magpires itu sendiri memang merasa tidak cocok dengan gaya passing Liverpool serta gagal beradaptasi dengan pemain seperti Steven Gerrard dan Luis Suarez.

6.Jonathan Woodgate ke Real Madrid (2004)

Pada tahun 2004, meski masih dalam keadaan cedera, Woodgate tetap direkrut oleh manajemen Los Blancos dari Middlesbrough dengan mahar 13,4 juta Poundsterling. Tapi Woodgate membutuhkan waktu satu tahun penuh sebelum melakukan debutnya di Real Madrid, yang ternyata menjadi bencana untuknya.

Mantan penggawa timnas Inggris itu mencetak gol bunuh diri serta dikeluarkan dari lapagan usai melakukan pelanggaran keras secara beruntun saat Madrid menjamu Athletic Bilbao pada bulan September 2005, ya 13 bulan untuk memulai debutnya, Woodgate justru hanya bertahan 66 menit di lapangan.

Woodgate kemudian berbicara tentang 'penyesalan' di Real Madrid, dengan mengatakan:

“Itu luar biasa! Saya menyukainya. Tidak bermain selama setahun. Pertandingan pertama: kartu merah dan gol bunuh diri. Tidak masalah. Saat saya bermain, saya bermain bagus. Saya memainkan permainan yang bagus saat saya bermain, tetapi saya tidak cukup bermain. Itu penyesalan terbesar saya.”

5.Sol Campbell ke Notts County (2009)

Setelah menolak tawaran dari sejumlah besar tim Liga Premier, Campbell yang saat itu tidak memperpanjang kontaknya bersama Portsmouth kemudian menandatangani kontrak dengan tim divisi keempat, Notts County pada akhir musim 2008/09.

Tiba dengan kontrak yang menguntungkan sekitar 40.000 ribu Poundsterling dalam seminggu - lebih dari pemain League Two mana pun pada saat itu - Campbell menegaskan bahwa dia tidak pindah ke sana karena alasan keuangan.

Namun, setelah penjualan kaus dan merchandise klub meroket dengan berita kedatangan Campbell, pemain tersebut hanya memainkan satu pertandingan. Sayangnya kekurangan kebugaran pertandingan, mantan bek Arsenal yang dihormati itu terengah-engah sebelum mengakhiri kontraknya dengan persetujuan bersama sebulan kemudian.

4.Alexis Sanchez ke Manchester United (2018)

Alexis Sanchez tiba di Manchester United dengan banyak keriuhan pada Januari 2018, dan kita semua tahu bagaimana akhir dari pria Chile itu selama 2 musim di Old Trafford, dalam 32 pertandingan di Liga Premier, ia hanya mampu mencetak 3 gol, hal tersebut sangat jauh dari penampilannya bersama Arsenal.

Tugas buruk Sanchez di Old Trafford berakhir pada musim panas 2019 ketika ia bergabung dengan Inter Milan. Mantan pemain Udinese itu bernasib sedikit lebih baik bersama Romelu Lukaku dan kawan-kawan, selain tim yang dibelanya saat ini memimpin klasemen Serie A, ia juga telah berhasil mencetak sembilan gol di semua kompetisi musim ini, pencapaian yang lebih baik ketimbang di United.

3.Samuel Eto'o ke Anzhi Makachkala (2011)

Setelah memenangkan treble winner bersama Barcelona, samuel Eto'o kemudian ke Inter Milan pada 2009, di mana ia mengulangi prestasi itu, menjadikannya satu-satunya pemain yang memenangkan treble winner berturut-turut dengan dua klub berbeda di benua biru.

Setahun kemudian, pemain Kamerun itu memutuskan untuk pindah ke klub Rusia yang kurang dikenal yakni Anzhi Makhachkala. Dengan penghasilan hampir 10 juta Euro per tahun, Eto'o menjadi pesepakbola dengan bayaran tertinggi di dunia saat itu. Eto'o mencetak 36 gol dalam 73 pertandingan untuk Anzhi Makhachkala, tetapi petualangannya di Rusia tidak berlangsung lama, karena pemotongan anggaran klub yang drastis memaksa eksodus besar-besaran pemain top, termasuk pemain Kamerun itu.

Hingga hari ini, kepindahan Eto'o ke Makhachkala dianggap sebagai salah satu transfer paling aneh dalam sejarah, karena Eto'o sendiri telah sukses bersama Barcelona dan Inter.

2. Carlos Tevez ke Shanghai Shenhua (2016)

Carlos Tevez membuat kehebohan ketika ia mendarat di tim Liga Super China, Shanghai Shenhua pada 2016.

Setibanya dari  Boca Juniors, Tevez dikabarkan memperoleh gaji besar 820.000 ribu Dollar Amerika per minggu. Tapi petualangannya di China dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk. Hanya mencetak empat gol dalam 20 pertandingan, Tevez menyebut tugasnya di Liga Super China sebagai 'liburan' semata.

"Ketika saya mendarat di China, saya menyadari bahwa saya ingin kembali ke Boca, saya sedang berlibur selama tujuh bulan," ujar mantan pemain Juventus itu seperti dikutip sportskeeda.

1.Bebe ke Manchester United (2010)

Kepindahan Bebe ke Manchester United pada 2010 harus dicatat sebagai salah satu transfer teraneh yang pernah ada dalam sejarah.

Menariknya, itu adalah satu-satunya penandatanganan 'buta' yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson selama karirnya sebagai nahkoda Setan Merah. Orang Skotlandia itu rupanya menandatangani Bebe atas rekomendasi asistennya saat itu Carlos Queiroz.

4 tahun berada di kota Manchester, Bebe akhrinya dilepas oleh manajemen United ke  SL Benfica pada tahun 2014 dan saat ini Bebe bermain untuk di tim divisi dua Spanyol, Rayo Vallecano.

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network