Kisah Kocak Joseph-Marie Minala, Pemain Junior Dianggap Berusia 41 Tahun

Feature | 01 August 2020, 20:09
Kisah Kocak Joseph-Marie Minala, Pemain Junior Dianggap Berusia 41 Tahun

Orang-orang kaget saat lihat umur dia yang sebenarnya.

Libero.id - Saat berusia 17 tahun pada 2014, Joseph-Marie Minala pernah menghebohkan sepak bola Italia. Pesepak bola asal Kamerun yang ketika itu baru memperkuat Lazio dicurigai memalsukan identitas, khususnya usia.

Minala dianggap berbohong karena wajahnya yang terlihat tua. Sebuah situs berita di Afrika, senego.net, ketika itu menyebut pemuda asal Kamerun tersebut berusia 41 tahun. Klaim itu langsung mendapatkan respons FIGC dengan langsung menggelar investigasi. Hasilnya, Minala dinyatakan benar-benar berusia 17 tahun.

Joseph-Marie Minala

Joseph-Marie Minala

"Saya tidak akan mengatakan usianya 41 tahun. Sebab, dia pemain yang sangat reaktif. Ketika anda dikelilingi  para pemain yang berlari seperti setan di sekitaran anda, menurut saya itu sangat sulit untuk menjadi pemain berusia 41 tahun. Dia berlari. Dia cepat. Ini adalah berita yang tidak bisa dipercaya. Itulah sebabnya Lazio merasa perlu untuk menyangkalnya," kata Jurnalis Italia peliput laga-laga tim muda Lazio saat itu, Max Evangelista, kepada BBC World Service.

Seperti kebanyakan pemain yang berasal dari Afrika, Minala juga lahir dari keluarga miskin. Hidupnya penuh dengan duka sehingga menjadikan sepak bola sebagai ajang pelampiasan.

Bakat yang besar membuat agen-agen sepak bola dari Eropa tertarik merekrut Minala. Pada usia 15 tahun, dia dibujuk pergi ke Italia oleh seorang agen pemain yang datang ke kampung halamannya di Younde. Minala tertarik. Setelah menyerahkan sejumlah uang, dia benar-benar terbang ke Eropa dan tiba di Roma.

Dengan harapan mewujudkan mimpi besar, Minala sampai di Ibu Kota Italia itu dengan tangan hampa. Dia tertipu. Dia tersadar bahwa ternyata tidak ada yang menunggunya ketika menginjakkan kaki di Roma. Agen yang seharusnya berada di pintu kedatangan untuk menjemput dan mencoba membantunya menemukan klub tidak tampak.

Minala tidak punya pilihan selain pergi ke kantor polisi. Oleh polisi, Minala diserahkan ke imigrasi dan dianggap sebagai imigran gelap. Otoritas yang berwenang selanjutnya menititipkan Minala ke panti asuhan untuk menetap selama beberapa tahun.

Justru, keberuntungan menaungi Minala di panti asuhan. Di tempat itu dia bertemu teman-teman baik. Minala juga berkenalan dengan Maurizio Perconti. Dia merupakan presiden salah satu klub amatir di Roma, Vigor Perconti. Selain mengajak bergabung ke klub, Perconti juga menjadikan Minala anak angkat. Oleh Perconti, dia dianggap sebagai keluarga.

Berjumpa Perconti membuka gerbang karier Minala yang lebih gemilang. Dalam waktu singkat, bakatnya terlihat oleh tim-tim besar Serie A. Di usia 16 tahun, dia sempat pergi ke Napoli untuk menjalani trial. I Partenopei memberinya masa percobaan dua bulan. Sayang, Minala tidak terpilih masuk tim junior.

Tidak patah arang, Minala terus bermain untuk Vigor sampai pelatih tim Primavera milik Lazio saat itu, Alberto Bollini, melihat aksinya. Semuanya terjadi hanya dalam sekejap mata. Pelatih yang sempat menjadi asisten Edoardo Reja di tim utama Lazio itu meminta Minala bergabung. Keputusan Bollini mendapatkan persetujuan Igli Tare selaku direktur olahraga Lazio.

Di bawah kepelatihan Bollini, Lazio Primavera berhasil menjadi juara Italia dengan Minala berada dalam skuad. Ketika Simone Inzaghi menjadi pelatih tim Primavera menggantikan Bollini, Minala semakin matang dan menjadi tulang punggung tim.

Sayang, persaingan di Lazio memang sangat ketat. Setelah hanya membela Elang Ibu Kota Italia itu tiga kali di Serie A, Minala menjadi pemain yang harus dipinjamkan ke banyak klub. Sebut saja Bari, Latina, hingga Salernitana. Lalu, sejak 28 Febuari 2020, Minala "disekolahkan" ke China bersama Qingdao Huanghai hingga 31 Desember 2020.






Artikel Terkait

Artikel Terpopuler