Apa yang Terjadi? 9 Bintang Juventus yang Pergi Setelah Calciopoli 2006

Feature | 12 January 2021, 07:51
Apa yang Terjadi? 9 Bintang Juventus yang Pergi Setelah Calciopoli 2006
Gianluca Zambrotta dan Patrick Vieira

"Calciopoli 2006 mengubah total wajah Juventus dan Serie A. Terbongkar setelah obrolan manajer dengan wasit disadap."

Libero.id - Calciopoli 2006 mengubah total wajah Juventus dan Serie A. Akibat ulah Luciano Moggi, La Vecchia Signora dipaksa turun ke Serie B, gelar dicopot, kehilangan banyak pemain, dan membuka jalan bagi Inter Milan merajai Italia serta Eropa.

Skandal itu terungkap pada Mei 2006 ketika sejumlah penyadapan telepon menunjukkan hubungan antara manajer sejumlah tim dengan organisasi wasit selama musim 2004/2005 dan 2005/2006. Skandal ini melibatkan Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, hingga Reggina.

Calciopoli muncul sebagai konsekuensi dari penyelidikan jaksa penuntut pada agen sepakbola Italia, GEA World. Transkrip rekaman percakapan telepon yang diterbitkan di surat kabar Italia menunjukkan bahwa Luciano Moggi dan Antonio Giraudo melakukan percakapan dengan beberapa pejabat sepakbola Italia untuk mempengaruhi penunjukan wasit.

Dalam salah satu percakapan itu, Moggi menuduh Pierluigi Collina dan Roberto Rosetti "terlalu obyektif" dan meminta mereka untuk "dihukum". Kedua wasit akhirnya termasuk di antara sedikit wasit yang benar-benar bersih dari skandal tersebut.

Akibat Calciopoli, Juventus mengalami penghinaan besar karena terdegradasi ke Serie B setelah Moggi dinyatakan bersalah mengatur pertandingan. Gelar La Vecchia Signora pada 2004/2005 dan 2005/2006 juga dicopot.

Efek lain telah membuat Juventus masuk era kegelapan. Pasalnya, pada saat itu La Vecchia Signora memiliki salah satu skuad terbaik di Eropa dengan pemain-pemain hebat seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Patrick Vieira, Pavel Nedved, hingga Zlatan Ibrahimovic. Sementara Fabio Capello berstatus pelatih.

Setelah turun kasta, kapal Juventus goyah. Beberapa nama memilih bertahan. Sebut saja Buffon, Giorgio Chiellini, Nedved, Mauro Camoranesi, Alessandro del Piero, hingga David Trezeguet. Tapi, beberapa lainnya memilih pergi karena tidak bersedia merumput di kasta kedua.

Berikut ini yang terjadi dengan 9 bintang Juventus yang memutuskan pindah setelah Calciopoli memaksa La Vecchia Signora ke Serie B:


1. Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan)

Libero.id

Kredit: inter.it

Ibrahimovic adalah orang pertama dalam barisan bintang Juventus yang menyatakan gengsi bermain di Serie B. Dia pindah ke Inter Milan dengan 21,08 juta pounds sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2009/2010 dan terbuang ke AC Milan semusim berselang.

Dari kepindahan itulah Ibrahimovic mendapatkan julukan "Tentara Bayaran". Itu sebagai sindiran dari suporter Juventus dan kemudian Inter atas keputusan pemain Swedia tersebut yang memilih kepindahan berdasarkan faktor uang dan potensi raihan trofi.

Selama di Inter setelah meninggalkan Juventus, Ibrahimovic mencetak 66 gol dalam 117 pertandingan. Dia membantu I Nerazzurri memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut. Sayang, kepindahan Ibrahimovic ke Barcelona menjadi bahan ejekan suporter karena Inter justru menjuarai Liga Champions. Bahkan, I Nerazzurri menyingkirkan Barcelona di semifinal.


2. Emerson (Real Madrid)

Emerson bekerja bersama Capello di Roma dan Juventus. Mereka terhubung lagi di Real Madrid setelah Calciopoli. Gelandang asal Brasil itu pindah ke Estadio Santiago Bernabeu pada musim panas 2006 dengan 13,6 juta pounds.

Setelah membantu Los Blancos memenangkan La Liga 2006/2007, Emerson kembali ke Italia untuk membela AC Milan. Tapi, peran Emerson tidak lagi penting seperti ketika berseragam Roma maupun Juventus. Dia hanya bertahan 2 musim di Milan sebelum membela Santos san Miami Dade.


3. Gianluca Zambrotta (Barcelona)

Libero.id

Kredit: twitter.com/juventusfc

Barcelona telah menjadi salah satu klub paling sukses di Eropa selama dekade terakhir. Tapi, mereka mengalami dua musim yang kering prestasi antara 2006-2008. Itu bertepatan dengan masa singgah Gianluca Zambrotta di klub tersebut setelah ditransfer 11,9 juta pounds.

Satu-satunya medali Zambrotta di Katalunya adalah Supercopa de Espana. Meski menjadi pemain reguler di Barcelona, pemenang Piala Dunia 2006 itu berjuang untuk memenuhi harapan fans sebelum akhirnya kembali ke Italia pada 2008 untuk bergabung dengan Milan.

Zambrotta gantung sepatu pada 2014 setelah menghabiskan satu musim bersama Chiasso. Dia melanjutkan kariernya dengan klub tersebut sebagai pelatih. Kemudian, Zambrotta pergi ke India untuk melatih Delhi Dynamos sebelum menjadi asisten Fabio Capello di Jiangsu Suning.


4. Patrick Vieira (Inter Milan)

Libero.id

Kredit: juventus.com

Dengan 8 juta pounds, Vieira bergabung bersama Ibrahimovic di Inter. Tapi, beda dengan Ibrahimovic, Vieira tidak memiliki banyak pengaruh di Inter. Selama 4 musim bermain untuk I Nerazzurri, pemain asal Prancis itu lebih banyak bermain dari bangku cadangan.

Ketika Jose Mourinho menjadi pelatih, Vieira semakin tenggelam. Lalu, dia memutuskan bergabung kembali dengan Roberto Mancini di Manchester City. Vieira menghabiskan 18 bulan di Etihad Stadium sebelum pensiun dan kemudian melatih New York City di MLS.

Baru-baru ini, dia bertanggung jawab atas tim Ligue 1, Nice. Vieira menggantikan Lucien Favre yang hengkang untuk bergabung dengan Borussia Dortmund pada 2018. Dia memimpin klub ke posisi 7 dan kemudian 6. Tapi, lima kekalahan berturut-turut dan tersingkir dari Liga Eropa membuat Vieira meninggalkan klub pada Desember 2020.


5. Adrian Mutu (Fiorentina)

Menyusul pemecatan oleh Chelsea setelah gagal dalam tes narkoba, Mutu bergabung dengan Juventus sebagai free agent pada musim dingin 2005. Tapi, dia harus menunggu hingga Mei 2006 untuk melakukan debut karena harus menjalani larangan bermain sepakbola.

Sial, ketika Mutu bermain, Juventus dipaksa turun kasta beberapa bulan kemudian. Akhirnya, dia memilih pindah ke Fiorentina. Juventus untung 6,8 juta pounds dari penjualan pemain Rumania itu.

Era Mutu di Fiorentina dinilai membahagiakan dan cukup produktif. Dia menghabiskan 4,5 musim di Firenze dengan membuat 112 penampilan liga serta mencetak 54 gol sebelum pensiun pada 2016 setelah bermain untuk ASA Targu Mures di negara asalnya.

Mutu sekarang melatih tim nasional Rumania U-21. Dia menjadi salah satu kandidat kuat untuk menukangi timnas senior negaranya. "Saya pikir saya orang yang tepat karena saya tahu apa yang terjadi ketika seorang pemain bermasalah dengan ketidakdisiplinan," kata Mutu, dilansir Squawka.

"Saya telah melewati saat-saat sulit dan saya kembali lebih kuat. Jika salah satu pemain saya melakukan kesalahan, saya akan memberitahu mereka untuk belajar darinya dan tidak mengulanginya. Saya mundur dan saya bermain lebih baik dari sebelumnya, membuktikan kepada semua orang bahwa para pemain muda yang melakukan kesalahan harus dibantu, bukan dihakimi dan dihancurkan," tambah Mutu.


6. Fabio Cannavaro (Real Madrid)

Libero.id

Kredit: fifa.com

Menjadi kapten Italia saat kemenangan Piala Dunia 2006, Cannavaro memulai tantangan baru di luar negeri untuk pertama kalinya setelah Calciopoli. Dia bergabung dengan Capello di Real Madrid lewat transfer 5,95 juta pounds.

Dua musim pertama penampilan bek veteran itu di Spanyol sangat sukses. Dia mengangkat dua gelar La Liga dan masuk dalam FIFPro World XI 2006 serta 2007. Tapi, usia Cannavaro tidak bisa berbohong. Ditambah kembangkitan Barcelona lewat Frank Rijkaard, Cannavaro memutuskan kembali ke Juventus yang baru saja kembali ke Serie A.

Cannavaro lalu mengikuti jejak Capello untuk menjadi pelatih. Dia mengelola tim Uni Emirat Arab (UEA), Al-Ahli. Cannavaro memimpin mereka meraih gelar juara liga dan piala di musim pertamanya. Kemudian, dia mengelola Guangzhou Evergrande dalam dua periode terpisah serta sempat memimpin tim nasional China.


7. Lilian Thuram (Barcelona)

Seorang bek yang brilian di masa puncaknya, Thuram berusia 34 pada saat pindah ke Barcelona dengan 4,25 juta pounds. Dia harus berjuang untuk beradaptasi dengan gaya permainan yang berbeda di Camp Nou. Lalu, pada akhir musim 2007/2008, Thuram mengumumkan pengunduran dirinya dari permainan tersebut setelah didiagnosis menderita kelainan jantung.

Penggemar sepakbola masa kini bisa melihat aksi Thuram di posisi yang berbeda. Anaknya, Marcus Thuram, telah menjadi salah satu penyerang muda yang banyak dibicarakan di Eropa bersama Borussia Moenchengladbach.


8. Manuele Blasi (Fiorentina)

Sejujurnya, Blasi bukan salah satu superstar Juventus. Tapi, dia dianggap oleh Capello sebagai pemain yang berguna dimiliki. Terbukti, Blasi tampil dalam 13 pertandingan Serie A pada musim 2005/2006.

Jika bertahan di Juventus di Serie B 2006/2007, ada kemungkinan Blasi menjadi pemain inti. Tapi, dia justru memutuskan bergabung ke Fiorentina dengan status pinjaman. Blasi  memainkan peran kunci dalam membantu La Viola finish di posisi 6 Serie A sebelum pindah ke Napoli secara permanen pada musim panas 2007.


9. Olivier Kapo (Levante)

Juventus mengambil Kapo dari Auxerre pada 2004. Tapi, setelah musim pertama yang sulit di Italia, dia diizinkan untuk bergabung dengan AS Monaco selama musim 2005/2006.

Setelah Juventus terdegradasi, Kapo diizinkan untuk pindah dengan status pinjaman lagi atau permanen. Tapi, kali ini dia memilih bergabung dengan Levante dengan permanen. Meski tampil cukup baik di Spanyol, kariernya berubah-ubah dari satu klub ke klub lain di Britania Raya, termasuk di Birmingham City, Wigan Athletic, dan Glasgow Celtic.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Hasil Pertandingan Juventus

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
49
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
43
6
Liverpool FC
40
7
Everton FC
40
8
Aston Villa FC
39
9
Tottenham Hotspur FC
36
10
Leeds United FC
35
11
Arsenal FC
34
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
32
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
22
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
55
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Villarreal CF
37
7
Real Betis Balompié
36
8
Levante UD
32
9
Athletic Club
30
10
Granada CF
30
11
RC Celta de Vigo
29
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Deportivo Alavés
22
18
Real Valladolid CF
21
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
53
2
AC Milan
49
3
Juventus FC
46
4
AS Roma
44
5
Atalanta BC
43
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
40
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Genoa CFC
26
13
ACF Fiorentina
25
14
Spezia Calcio
25
15
Benevento Calcio
25
16
Udinese Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
15
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
FC Porto
45
3
Sporting Clube de Braga
43
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
Rio Ave FC
22
10
Os Belenenses Futebol
21
11
CD Nacional
21
12
CD Tondela
21
13
Portimonense SC
19
14
Gil Vicente FC
19
15
SC Farense
19
16
FC Famalicão
19
17
Boavista FC
18
18
CS Marítimo
17
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
33
8
Borussia Mönchengladbach
33
9
VfB Stuttgart
32
10
SC Freiburg
31
11
TSG 1899 Hoffenheim
26
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
23
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
56
2
PSV
50
3
AZ
46
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
39
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
Willem II Tilburg
17
17
ADO Den Haag
15
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
58
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
55
4
AS Monaco FC
52
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
40
7
Olympique de Marseille
38
8
Stade Rennais FC 1901
38
9
Montpellier HSC
38
10
Angers SCO
35
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade Brestois 29
31
14
Stade de Reims
30
15
AS Saint-Étienne
30
16
RC Strasbourg Alsace
29
17
Nîmes Olympique
24
18
FC Nantes
23
19
FC Lorient
23
20
Dijon Football Côte d'Or
15