Selamat Ulang Tahun!

Starting XI Laga Perdana Manchester United Era Glazer, Kipernya Roy Carroll

"Kehadiran Glazer di klub berjuluk Setan Merah diprotes habis-habisan para pendukung."

Feature | 03 May 2021, 10:38
Starting XI Laga Perdana Manchester United Era Glazer, Kipernya Roy Carroll

Libero.id - Meski diprotes suporter, keluarga Glazer berhasil mengambil alih Manchester United pada akhir musim 2004/2005. Laga pertama The Red Devils di era baru terjadi pada 15 Mei 2005 melawan Southampton di Saint Mary's.

Menyusul pencarian investor baru oleh klub, Glazers membeli tahap pertama saham MU pada 2 Maret 2003 dan menghabiskan sekitar 9 juta pounds untuk 2,9%. Pada 26 September 2003, mereka meningkatkan menjadi 3,17%. Lalu, pada 20 Oktober 2003 menjadi 8,93% dan pada 29 November 2013 menjadi 15%.

Glazer belum berhenti. Pada 12 Februari 2004, mereka meningkatkan saham lagi menjadi 16,31%. Kepemilikan saham mereka terus meningkat, mendekati 30% pada 1 Oktober 2004.

Pada 12 Mei 2005, Red Football mengumumkan Glazer telah mencapai kesepakatan dengan JP McManus dan John Magnier untuk membeli 28,7% saham Cubic Expression. Itu memberikan Glazers saham pengendali 57%. Berikutnya, mereka membeli saham Harry Dobson untuk mencapai 62%.

Selanjutnya, pada 13 Mei, Glazers telah membeli 12,8% saham lagi sehingga total kepemilikan saham menjadi 74,81% atau sedikit di bawah ambang batas 75%. Itu memungkinkan mereka untuk mengakhiri status Perseroan Terbatas Terbuka (PT Tbk) dan menghapusnya dari Bursa Efek London.

Pada 16 Mei, Glazers memiliki 75,7% saham MU dan sebulan kemudian menghapus saham klub dari bursa untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Kepemilikan saham Glazers meningkat secara bertahap menjadi 76,2% pada 23 Mei 2005, yang mencapaim puncak pada 28 Juni 2005 dengan 98% atau 259.950.194 lembar.

Namun, secara resmi, 12 Mei 2005 diperingati suporter sebagai hari berkuasanya Glazer. Itu adalah hari ketika dia menguasai saham pengendali. Uang yang digunakan Glazer untuk membeli MU berasal dari utang. Utang itu kemudian diubah menjadi utang klub, bukan utang pribadi Glazer.

Tiga hari kemudian, MU menjadi pertandingan pertama di bawah Glazer. Mereka bertemu Southampton dengan kemenangan 2-1. Berikut ini para pemain yang tampil di laga ketika itu:


GK: Roy Carroll

Libero.id

Kredit: twitter.com/manutd_id

Meski menjadi pemain reguler sepanjang kampanye 2004/2005, ini terbukti menjadi penampilan  terakhir Roy Carroll di Liga Premier untuk MU. Dia bergabung dengan West Ham setelah kedatangan Edwin van der Sar dan kemudian memulai karier nomaden yang terhenti di Odense BK, OFI Crete, dan Olympiakos Piraeus.

Mantan pemain berusia 43 tahun itu baru-baru ini keluar dari masa pensiunnya dan saat ini bermain untuk klub NIFL Premiership, Dungannon Swifts, di negara asalnya, Irlandia Utara.


RB: Wes Brown

Wes Brown menjadi pelayan setia klub dengan membuat 362 penampilan di semua kompetisi selama 14 musim. Bek kanan tersebut meninggalkan Old Trafford pada 2011 dan menjalani tugas lima tahun di Sunderland sebelum pergi ke klub Liga Super India, Kerala Blasters.


CB: Rio Ferdinand

Setelah menerima larangan delapan bulan karena absen dalam tes narkoba pada 2003, Rio Ferdinand diskors selama beberapa minggu pertama musim 2004/2005. Setelah dikaitkan dengan kepindahan ke Chelsea, bek tengah itu dicemooh oleh penggemar MU selama beberapa pertandingan terakhir kampanye sehingga memutuskan menandatangani kontrak baru.

Ferdinand kemudian memenangkan lima gelar Liga Premier, dua Piala Liga dan Liga Champions selama sembilan tahun terakhirnya di Old Trafford.


CB: Mikael Silvestre

Mikael Silvestre membuat 50 penampilan di semua kompetisi untuk MU pada 2004/2005. Tapi, gagal dalam urutan teratas menyusul kedatangan Nemanja Vidic pada musim dingin 2006. Mantan pemain internasional Prancis itu dijual ke Arsenal pada 2008.

Sayang, Silvestre melakukan sejumlah kesalahan besar selama dua tahun bersama The Gunners. Kemudian, dia pindah ke Werder Bremen dan Portland Timbers sebelum mengakhiri kariernya dengan klub India, Chennaiyin, pada 2014.


LB: John O’Shea

Libero.id

Kredit: twitter.com/manutd

Setelah dipinjamkan ke Bournemouth dan Royal Antwerp, John O'Shea kemudian menjadi pemain utilitas yang dapat diandalkan di MU setelah membuat 393 penampilan pada semua kompetisi.

Setelah meninggalkan Old Trafford pada 2011, dia bermain selama delapan tahun di Sunderland dan Reading sebelum gantung sepatu. Pemain berusia 39 tahun itu kembali ke Madejski sebagai pelatih tim utama pada 2019. Dia juga sempat bekerja dengan Irlandia U-21.


RW: Quinton Fortune

Quinton Fortune bergabung dengan MU pada 1999. Tapi, dia memainkan peran kecil selama tujuh tahun di Old Trafford dengan membuat 126 penampilan di semua kompetisi.

Gelandang serba bisa ini dilepas pada 2006 dan kemudian sempat bermain singkat di Bolton Wanderers, Brescia, Tubize, serta Doncaster Rovers. Dia kembali ke Old Trafford pada 2012 untuk berlatih dengan tim cadangan sambil menyelesaikan kursus kepelatihannya. Setelah lulus, dia menjadi pelatih tim utama di Reading.


MF: Darren Fletcher

Setelah mendapat kritik keras dari Roy Keane dalam wawancara terkenal dengan MUTV pada Oktober 2005, Fletcher membungkam orang-orang yang ragu dan menjadi pemain kunci bagi tim asuhan Sir Alex Ferguson.

Tapi, cedera yang tidak menguntungkan menghancurkan beberapa tahun terakhirnya di klub. Dia pindah dan terus bermain untuk West Brom serta Stoke City sebelum pensiun. Pria berusia 37 tahun itu kembali ke Old Trafford pada 2021 dan saat ini bekerja sebagai direktur teknis.


MF: Alan Smith

Libero.id

Kredit: twitter.com/manutd_id

Tampil melalui akademi di Leeds United, Alan Smith secara kontroversial bergabung dengan MU pada 2004. Dia menikmati musim debut yang menjanjikan di Old Trafford. Tapi, kariernya hampir berakhir ketika menderita patah kaki dan pergelangan kaki terkilir melawan Liverpool pada 2006.

Gelandang tersebut bergabung dengan Newcastle United pada 2007 dan kemudian bermain dengan MK Dons serta Notts County sebelum gantung sepatu pada 2018.


LW: Ryan Giggs

Ryan Giggs memasuki musim ke-15 di MU dan telah membuat lebih dari 600 penampilan di semua kompetisi pada saat Glazers datang. Mantan pemain internasional Wales itu tetap menjadi pemain reguler selama sembilan tahun lagi setelah pertandingan ini. Kemudian, dia pensiun pada 2014 setelah hampir 1.000 penampilan dalam karier satu klub.


FW: Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy adalah salah satu pencetak gol terhebat MU. Tapi, dia sempat diganggu masalah cedera selama 2004/2005. Akibatnya, dia hanya mencetak 6 gol dalam 17 penampilan Liga Premier. Striker itu menemukan kembali bentuk terbaiknya pada 2005/2006 dan kemudian bergabung dengan Real Madrid menyusul perselisihan dengan Sir Alex Ferguson.


FW: Wayne Rooney

Libero.id

Kredit: instagram.com/waynerooney

Didatangkan dari Everton dalam kesepakatan 30 juta pounds, Wyane Rooney menikmati musim debut yang cemerlang di MU ketika keluarga Glazer menjadi pemilik baru. Striker tersebut mencatatkan hattrick pada debutnya dan mencetak 11 gol dalam 29 penampilan Liga Premier. Dia memenangkan penghargaan PFA Young Player of the Year.

Itu adalah pertanda yang akan datang saat Rooney menjadi pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa dengan 253 gol. Dia juga membantu MU memenangkan lima gelar liga, Piala FA, Liga Champions, tiga Piala Liga, dan Liga Eropa.


Pemain pengganti

LW: Phil Neville (Ruud van Nistelrooy, 87)

Libero.id

Kredit: twitter.com/manutd

Cameo singkat Neville melawan Southampton adalah pertandingan ke-386 dan terakhirnya untuk MU. Dia bergabung dengan Everton beberapa minggu kemudian dan menghabiskan delapan tahun bersama The Toffees.


FW: Louis Saha (Wayne Rooney, 74)

Karier Louis Saha selama 4,5 tahun di MU dirusak oleh serangkaian masalah cedera. Bakat besarnya di Fulham tidak tampak di Old Trafford. Selanjutnya, striker itu dijual ke Everton pada 2008.




Hasil Pertandingan Manchester United


  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan