Dahsyat! Starting XI Palermo Jika Tidak Menjual Pemain Hebatnya

"Beli pemain mentah, dimatangkan, dan dijual mahal. Bagaimana jika dikumpulkan? Inilah line-up mereka."

Feature | 21 June 2021, 23:30
Dahsyat! Starting XI Palermo Jika Tidak Menjual Pemain Hebatnya

Libero.id - Di Italia, Palermo dikenal sebagai klub yang gemar mendatangan pemain mentah, mematangkannya, dan menjual dengan harga selangit. Beberapa lulusan klub asal Pulau Sicilia itu kini menjadi pesepakbola berstatus megabintang.

Periode paling sukses dalam sejarah klub ini terjadi lebih dari satu dekade yang lalu, ketika Palermo sukses mencapai promosi ke Serie A dan tiga kali finish enam besar berturut-turut. Saat itu, mereka dibela sejumlah pemain berkualitas yang beberapa diantaranya masik eksis hingga hari ini.

Sekarang, Palermo tenggelam. Bahkan, klub ini dinyatakan bangkrut setelah dikeluarkan dari Serie B pada 12 Juli 2019 akibat masalah keuangan akut.

Tapi, jangan risau. Palermo telah dibentuk kembali dan sekarang sedang merintis jalan untuk kembali ke Serie A secepatnya. Klub ini berada di Serie C 2020/2021 setelah menjuarai Serie D 2019/2020.

Di masa lalu, Palermo pernah mempunyai yang layak diperbincangkan. Sebut saja Luca Toni. Dia mencetak 20 gol pada 2004/2005 sebelum pindah ke Fiorentina. Ada lagi Cristian Zaccardo, Fabio Grosso, Andrea Barzagli, hingga Simone Barone. Semuanya adalah aktor dibalik kemenangan Piala Dunia 2006 bersama Italia.

Jika boleh berandai-andai, berikut ini starting line-up terbaik Palermo dalam skema 3-4-1-2 dengan semua bintangnya:


GK: Salvatore Sirigu

Main: 80

Klub saat ini: Torino

Salvatore Sirigu berkembang melalui Akademi Palermo dan membuktikan diri sebagai kiper utama selama musim 2009/2010. Pemain nasional Italia itu hanya bermain reguler selama dua tahun.

Tapi, penampilannya menarik perhatian Paris Saint-Germain (PSG), yang menjadikannya salah satu akuisisi pertama setelah dikuasai Qatar Sport Autority (QSA) pada 2011. Di Paris, Sirigu mengangkat 13 trofi. Setelah kehilangan tempanya, dia bergabung dengan klub La Liga, Osasuna dan Sevilla. Sekarang, dia main di Torino.


CB: Andrea Barzagli

Main: 165

Klub saat ini: pensiun

Butuh beberapa saat bagi Andrea Barzagli untuk membuat jejaknya di sepakbola profesional dan dengan Palermo dia benar-benar mulai berkembang menjadi salah satu bek terbaik Italia selama empat tahun berturut-turut.

Dia memenangkan pertandingan internasional pertamanya untuk Italia saat mengenakan jersey Palermo dan setelah membantu mereka berkonsolidasi sebagai tim papan atas di Serie A. Dia pergi ke Wolfsburg pada 2008. Di sana dia memenangkan Bundesliga (bersama Cristian Zaccardo) di musim pertamanya.

Pada 2011, Barzagli telah menjadi andalan Juventus, membentuk unit pertahanan yang hampir tak tertembus bersama Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Tapi, waktunya sebagai pesepakbola kini sudah habis. Dia pensiun pada akhir musim 2018/2019.


CB: Kamil Glik

Main: 4

Klub saat ini: Benevento

Bek Polandia yang menjulang tinggi itu menghabiskan satu tahun dengan Real Madrid C di masa mudanya. Tapim saat bermain untuk Piast Gliwice di tanah kelahirannya, Kamil Glik menarik perhatian para pencari bakat Palermo.

Sayang, Glik berjuang untuk membuat kesan di Pulau Sicilia. Dia hanya tampil dalam empat pertandingan sebelum pindah ke Torino hanya setahun kemudian, menyusul masa peminjaman di Bari. Selama lima tahun di Turin, Glik menjadi salah satu bek paling berbakat di Serie A, hingga sukses membawa dirinya ke klub paling ambisius di Ligue 1, AS Monaco.

Dia adalah bek yang sukses menjadi pencetak gol terbanyak Ligue 1 pada 2016/17 dengan enam gol. Dia membantu Monaco memenangkan gelar juara liga. Glik sekarang kembali ke Italia dengan Benevento.


CB: Simon Kjaer

Main: 65

Klub saat ini: AC Milan

Besar, kuat, dan tangguh. Palermo melihat potensi Simon Kjaer sebelum orang lain melihatnya. Mereka mengontraknya dari FC Midtjylland pada 2008 ketika masih remaja.

Menggantikan Barzagli adalah tugas yang menakutkan. Tapi, itu adalah salah satu yang disukai pemain Denmark tersebut. Dia tampil mengesankan di jantung pertahanan Palermo dan menjadi salah satu bek paling dicari di Eropa.

Secara kebetulan, dia melakukan langkah yang sama dengan pria yang digantikannya saat bergabung dengan Wolfsburg. Sejak itu, dia mengenakan banyak seragam klub dan mulai berpindah-pimdah, mulai dari AS Roma, Lille, Fenerbahce, Sevilla, hingga sekarang di Milan.


RW: Matteo Darmian

Main: 16

Klub saat ini: Inter Milan (pinjaman dari Parma)

Matteo Darmian lulus dari Milan Primavera pada 2006. Tapi, dia tidak masuk skuad utama. Lalu, dia memutuskan untuk pindah ke Palermo pada 2010. Di sana, dia membuat 11 penampilan di Serie A dalam kampanye debutnya. Sama seperti Glik, dia diizinkan bergabung dengan Torino hanya dalam satu tahun.

Selama di Torino, Darmian berkembang menjadi salah satu bek sayap paling efektif di Serie A. Lalu, ditransfer ke Manchester United sebelum akhirnya kembali ke Serie A setelah jarang bermain di Old Trafford.


CM: Javier Pastore

Main: 82

Klub saat ini: AS Roma

Pada 2009, mereka mendapatkan layanan  Javier Pastore, yang kurang dikenal. Mereka melihat Pastore tampil mengesankan saat bermain untuk klub kecil Argentina, Talleres dan Huracan. Seorang playmaker yang sangat berbakat yang memiliki visi luar biasa. Pastore beradaptasi dengan mulus ke sepakbola Italia dan menjadi bintang di Palermo.

kemudian, Pastore pindah ke PSG dan menjadi bintang di Ligue 1 serta tim nasional Argentina. Pada 2018, setelah persaingan yang ketat di Prancis, Pastore bergangung dengan Roma.


CM: Franco Vazquez

Main 109

Klub saat ini: Sevilla

Setahun setelah menjual Pastore, Palermo mendaratkan Franco Vazquez dari Belgrano. Awalnya, Vazquez berjuang untuk mengisi lubang di tim utama sejak kehilangan Pastore di lini tengah dan yang mengejutkan tidak ada pengganti sepadan yang setara dengannya. Bahkan, hingga Palermo mengalami degradasi pada 2014.

Akhirnya, dia dijual ke Sevilla pada 2016. Di sana, Vaaquez menjadi pemain reguler, yang membantu klubnya memenangkan Liga Eropa 2019/2020.


LW: Josip Ilicic

Main: 107

Klub saat ini: Atalanta Bergamo

Pencarian Palermo untuk pemain undervalued telah membawa mereka untuk menjelajahi Liga Slovenia. Di sana, mereka mendapatkan Josip Ilicic. Memiliki keterampilan luar biasa di kaki kirinya, Ilicic membintangi Palermo selama tiga musim. Dia mencetak 25 gol dan mencatatkan 18 assist dalam lebih dari 100 penampilan.

Performa menyerang yang kuat tidak luput dari perhatian dunia saat itu dan pada 2013, dia pindah untuk bergabung dengan Fiorentina. Di klub itu, dia kembali menjadi anggota integral tim sebelum pindah ke Atalanta pada musim panas 2017.

Pemain berusia 33 tahun itu memainkan peran kunci di tim yang sukses mencapai Liga Champions untuk tahun ketiganya berturut-turut, dan terlibat secara aktif membantu pertumbuhan klub.


AM: Paulo Dybala

Main: 93

Klub saat ini: Juventus

Perburuan bakat baru Palermo mampu menemukan Paulo Dybala di Argentina. Itu adalah sebuah proses panjang. Tapi, mereka berhasil menyelesaikan kerja keras panjang itu pada musim panas 2012. Mereka menghabiskan rekor finansial klub dengan total biaya 10 juta euro (Rp171 miliar) untuk mengontrak La Joya dari klub Divisi II, Instituto.

Saat itu, Maurizio Zamparini melabeli pemain barunya tersebut sebagai "Sergio Aguero berikutnya". Sama halnya dengan Vazquez, dia juga menemukan performa terbaik di Serie B sebelum membawanya ke Serie A.

Penampilan cerdas Dybala meyakinkan Juventus untuk mengontraknya pada 2015. Dybala sebagian besar telah berkembang dari bukan siapa-siapa menjadi kekuatan besar. Tapi, dia mulai mengalami penurunan performa sejak musim 2017/2018. Bahkan, sekarang dia digeser Cristiano Ronaldo


FW: Edinson Cavani

Main: 117

Klub saat ini: Manchester United

Seorang pemain dengan segudang talenta tiba di Palermo dari Amerika Selatan, kali ini dari Uruguay. Edinson Cavani pindah ke sepakbola Eropa pada musim dingin 2007. Dia didatangkan dari Danubio.

Cavani butuh beberapa saat untuk beradaptasi di Italia karena hanya mencetak tujuh gol dalam 40 penampilan pertamanya di Serie A. Tapi, pada dua musim berikutnya, Cavani sanggup mencetak 27 gol di liga. Akhirnya Palermo memutuskan untuk menjual Cavani ke Napoli.

Dia memainkan peran kunci dalam membangun kembali Napoli sebagai kekuatan di sepakbola Italia. Di klub itu, dia mencetak 104 gol dalam 138 pertandingan. Catatan itu membuat Cavani bergabung dengan PSG dalam kesepakatan rekor klub saat itu, 55 juta euro (Rp944 miliar).

Setelah bergelimang rekor dan piala di PSG, karier Cavani dianggap telah selesai. Tapi, secara mengejutkan dia justru menemukan kembali ketajamannya saat membela Manchester United.


FW: Andrea Belotti

Main: 64

Klub saat ini: Torino

Setelah promosi Palermo pada 2014, Andrea Belotti direkrut secara permanen dari Albinoleffe setelah awalnya bergabung dengan status pinjaman. Tapi, dengan Dybala dan Vazquez melakukan kemitraan yang sangat produktif di lini depan, Belotti pindah ke Torino.

Meski rekornya di Palermo cukup bagus, yaiyu 16 gol dalam 64 pertandingan, dia justru merasa sangat nyaman di Turin. Belotti menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di sepakbola Italia saat ini.

Performa yang bagus membuat Belotti tetap menjadi pemain reguler untuk tim nasional Italia. Hingga Euro 2020 berlangsung, Belotti tetap diberi kepercayaan bersama Gli Azzurri.

(muhammad alkautsar/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network